Wednesday, August 3, 2016

Philosophia

Hidup dimulai dari pertanyaan
Semenjak manusia diciptakan
Mencari dan menjalani tujuan
Dengan akal yang dianugerahkan

Apalah arti sebuah pemahaman
Didoktrin dalil kepercayaan
Yang mematikan akal pikiran
Dicari, dikejar sebuah khayalan

Logika dan keyakinan
Melahirkan sebuah tindakan
Tak akan ada yang bertentangan
Selama nafsu dalam kekangan

Tegaklah dengan sebuah iman
Tak bergeming dengan pujian
Masihkah engkau terkena tipuan
Dalam nafsu dan bisikan

Sayup-sayup terdengar rintihan
Inikah tanda kematian
Nyawa 'kan hilang dengan kerelaan
Atau pun dicabut dengan paksaan

oleh : Kan Bu Jian MA (teman seperjuangan saya)

Tuesday, August 2, 2016

Pemimpi yang Tak Tertidur

                                         
Bercengkrama dengan angin malam
Disela tiupan harapan karang
Yang menggantung dalam sebuah angan
Dan bercampur dengan kopi hitam

Menjadikannya seorang terpandang di masa depan
Walau kini bukan bintang
Tapi tali yang panjang sudah ditangan
Untuk menggenggam dengan erat sinar yang takkan padam

Bukan tak ingin membutakan mata untuk sekejap
Tapi karena mata ini ingin terus berdamai
Dengan pemahaman yang memanusiakan
Dan memberikan kopi yang lebih hitam
Karena harus bercampur dengan gelapnya kesombongan
Yang dulu sempat menjadi teman sekawan

Memperbaiki diri bukanlah pilihan
Tapi takdir yang harus dijalankan
Untuk tetap berdiri di atas batu perjuangan

Jika nantinya ku bukan seorang pemenang
Aku akan tetap berada di depan
Karena perjuangan bukanlah diatas dipan
Yang mundur ketika mimpi dihilangkan oleh tiupan angin malam
Yang memanjakan dengan suara kemalasan
Dan janji kebodohan yang pasti akan datang

Teruslah bermimpi diatas meja belajar tuan
Bukan tertidur kala mimpi itu berdatangan
Dan bersantai kala mimpi itu tak sepadan

Jika bukan karena ibu pertiwi yang melahirkan
Dan karena sang saka yang memberikan balutan
Mungkin aku bukanlah yang sekarang
Yang bersama daun muda lainnya
Berjuang menjadi orang yang bisa memberikan kebanggaan
Pada tanah yang dulu sempat basah tak karuan
Oleh darah perjuangan melawan kebodohan
Dan keserakahan yang mereka tanam
Yang kini telah berbuah liar
Dan menjadi makanan kesukaan para tikus selokan

Thursday, July 21, 2016

Gengsi : "Salah Satu Penyebab Rusaknya Moral Anak Bangsa"

          Dalam KBBI Gengsi diartikan sebagai kehormatan,harga diri dan martabat.Seorang yang mempunyai gengsi berati seorang itu memiliki kehormatan,harga diri atau martabat yang telah melekat pada dirinya.Sebenernya memiliki gengsi adalah sebuah keniscayaan dalam setiap diri manusia.Tapi kadangkala nilai gengsi yang salah dan berlebihanlah yang justru menjerumuskan kita pada sesuatu yang salah juga.
          Kadangkala karena gengsi,kita bisa merubah orientasi dan pandangan hidup kita.Kadangkala gengsi juga bisa merubah cita-cita hidup kita.Kenapa bisa demikian?-.Sebagai contoh ada seorang remaja yang sejak awal kali dia masuk Sekolah Menegah Atas,ia mempunyai cita-cita menjadi seorang Arsitek,dia sangat senang ketika melihat bangunan-bangunan besar yang sangat indah dan sangat tinggi dari bangunan biasanya.Seiring perjalanan waktu,saat dia sudah di penghujung SMA,lingkungannya menganggap bahwa orang yang paling pintar dan hebat diantara mereka adalah orang yang bisa masuk universitas jurusan Kedokteran.Ditambah lagi ada penghargaan sosial yang ia lihat dari kaka alumninya yang berhasil masuk ke universitas jurusan kedokteran itu.Bagi lingkungan teman-teman SMAnya,jurusan arsitek adalah jurusan yang biasa saja dan kebanyakan mereka yang masuk jurusan arsitek tidak mendapatkan perhargaan sosial dari teman-teman di SMAnya.Karena dia merasa pintar dan ingin dipandang juga sebagai orang yang hebat dikalangan teman-temannya,maka mulai saat itu ia memutuskan untuk merubah cita-citanya menjadi seorang dokter tanpa pertimbangan yang lebih matang lagi.
          Jika kita lihat dari fenomena diatas.Kita bisa menarik kesimpulan bahwa ternyata orang tersebut memiliki nilai gengsi yang tinggi dalam dirinya,yang sampai bisa merubah cita-cita awalnya.Saat nilai gengsi itu berlebih dalam dirinya,maka potensi untuk mengikuti perasaan gengsi itu sangat tinggi dan sulit dikendalikan oleh akal sehat dan perencanaan yang matang.Padahal bisa saja saat dia mengikuti minat awalnya untuk menjadi seorang arsitek,dia bisa menjadi arsitek yang sukses karena memang ia tertarik di bidang itu,ketimbang dia harus mengikuti perasaan gengsinya untuk masuk ke universitas kedokteran yang belum tentu nantinya ia menyukai pekerjaan di bidang tersebut.

          Jika kita lihat lebih dekat dengan realitas remaja bangsa kita saat ini,ternyata banyak diantara mereka yang memilih sikap berdasaran perasaan gengsinya.Bahkan pemilihan sikap berdasarkan perasaan gengsi ini bisa berdampak kepada perubahan kepribadian mereka yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan gengsinya itu.Dan berikut adalah beberapa moral buruk yang timbul pada remaja kita saat ini yang diakbiatkan oleh perasaan gengsi yang salah dan tidak berorientasi dalam kebenaran :

 1.Moral Perokok dan Pecandu Miras bahkan Narkoba
          Dalam salah satu berita yang disirkan di TV swasta,mereka pernah melakukan survey kepada para remaja yang memilih untuk merokok.Kebanyakan alasan mereka untuk memilih merokok adalah untuk coba-coba saja.Berawal dari coba-coba,kemudian mereka ketagihan dan akhirnya menjadi pecandu rokok yang tidak bisa hidup tanpa rokok.Sebenarnya jika kita tarik lagi sebelum mereka memilih untuk coba-coba,ada psikologi lagi di dalam hati mereka kenapa mereka memilih untuk coba-coba.Karena tidak mungkin orang yang tanpa pengetahuan apapun,tiba-tiba memilih untuk coba-coba untuk merokok.Tidak mungkin seorang remaja yang selalu hidup dirumah dan tidak punya teman diluar rumahnya serta tidak pernah meilhat realitas orang yang merokok,tiba-tiba dia memilih untuk coba-coba merokok.Pasti ada alasan lain sebelum mereka memilih untuk coba-coba merokok,yaitu perasaan gengsi kepada temannya yang sudah lebih dulu merokok.
          Kebanyakan mereka yang memilih untuk coba-coba merokok adalah mereka yang terbiasa berada pada lingkungan yang mengajarkan mereka unuk merokok.Merokok dipandang sebagai sesuatu yang keren.Setiap laki-laki yang merokok adalah pria sejati yang dianggap macho.Orang yang tidak merokok dianggap sebagai seorang yang lemah dan dianggap sebagai laki-laki yag pengecut.Dari pengondisian seperti itulah yang membuat mereka gengsi untuk tidak coba untuk merokok.Karena saat mereka memilih untuk tidak merokok,berarti mereka siap menerima resiko dikucilkan dari lingkungan pergaulannya dan kebanyak remaja tidak siap menerima realitas itu dan lebih memilih untuk mengikuti budaya yang sudah melekat kuat pada kelompok pergaulannya.
           Setelah mereka telah mengenal rokok,biasanya mereka akan terus merokok dan bertambah sering lagi intensitas mereka merokok.Semakin mereka dewasa,biasanya mereka bertemu lagi dengan teman-temannya rokok,seperti miras dan narkoba yang jauh dianggap lebih keren lagi setelah rokok.Karena mengikuti perasaan gengsinya inilah mereka akan terus mencoba dan mencoba apa yang telah dianggap baik oleh lingkungannya.Mereka sudah mulai mengurangi pengguanaan akal sehat mereka untuk menilai segala sesuatu dan lebih menilai sesuatu dari enak dan gak enaknya saja.Dan BAAAAMMM...moral ini bisa anda lihat di lingkungan sekitar anda yang sudah sangat banyak dan mendarah daging di penerus bangsa kita :-(.

 2.Moral Pemalas dan Tidak Pernah Memikirkan Masa Depan
          Kedua moral ini sangat terlihat sekali di lingkungan pelajar bangsa kita,terutama yang berada pada tingkat SMP dan SMA,karena pada masa itu setiap pelajar sudah bisa dibilang memasuki usia remaja yang dimana mereka dalam tahap pencarian jati diri.Lagi-lagi peran lingkungan sangat tinggi disini.Biasanya moral-moral seperti bolos ke sekolah,tidak mengerjakan tugas itu tidak mereka lakukan seorang diri.Biasanya mereka membuat kelompok-kelompok pergaulan di dalam kelas atau sekolahnya yang setiap anggotanya harus bersamaan melakukan moral-moral buruk itu.Pemilihan anggota tersebut tentu saja tidak dilakukan dengan jalan yang jelas dan terstandar siapa-siapa saja yang boleh masuk kelompok itu dan siapa-siapa saja yang tidak boleh.Bisanya kelompok itu muncul dengan spontan karena adanya kesamaan ide dari beberapa orang yang mempunyai moral yang hampir sama atau bahkan sama.Dari kelompok yang tidak sebgaja dibentuk itu,kemudian tanpa disadari masuklah teman-teman mereka yag awalnya tidak punya moral yang sama dengan mereka,tapi karena punya kedekatan personal dengan salah satu anggotanya dia bisa masuk dan itupun tanpa ia sadari.Seiring berjalannya waktu,ia baru melihat bahwa kelompok tersebut mempunyai moral yang tidak baik dan beberapa orang yang kuat pendiriannya pasti lama kelamaan akan menjauh,tapi seseorang yang mempunyai nilai gengsi yang tinggi kepada temannya,ia akan sulit menjauhi kelompok tersebut.
          Dalam ilmu psikologi,tidak mungkin sebuah organisasi/kelompok bisa berjalan jika tidak mempunyai ideologi atau cara pandang yang sama.Ini berlaku juga terhadapa kelompok tadi yang tidak mungkin tersu berjalan jika tidak memiliki cara pandang yang sama.Dan pada kenyataannya kelompok ini terus berjalan dan membuat moral-moral buruk lainnya yang secara tidak sadar anggota kelompoknya harus mengikuti moral tersebut jika tidak mau dikucilkan dalam kelompoknya.Karena sudah mengakar dalam kelompok mereka budaya seperti bolos dan lain sebagainya,maka sudah bukan hal yang baru jika malas dan tidak punya perencanaan masa depan dalam kelompok mereka.Biasanya mereka lebih senang menghabiskan waktu mereka dengan hura-hura dan melakukan hal yang mereka anggap sebagai suatu kesenangan.Jika kegiatan ini terus mereka lakukan dalam keseharian mereka bersama kelompoknya,maka jadilah semakin banyaknya para pemalas dan pengangguran di negara dengan ideologi Pancasila ini.

 3.Moral Liberal dan Budaya Negatif Barat
          Dalam era globalisasi ini,tentunya sangat mudah bagi kita untuk mengakses segala sesuatunya,bahkan yang ada di dunia bagian barat sekalipun.Dunia menjadi terasa sangat dekat dan budaya luarpun menjadi sangat mudah masuk tanpa harus diantisipasi keberadaanya.Memang tidak semua budaya yang berasal dari barat adalah budaya yang negatif,tapi seringkali remaja kita justru lebih senang mengambil budaya-budaya yang negatif,ketimbang dengan budaya yang positif.
          Liberal (bersifat bebas) adalah salah satu budaya barat yang masuk ke negara kita dan tidak sedikit anak bangsa kita yang mengikutinya.Walaupun seringkali orang tua mereka sudah mengajarkan budaya serta moral  yang baik kepada mereka,tapi seringkali gengsi menjadi penghambat mereka melakukan budaya serta moral baik itu dalam kehidupan mereka.Mereka terlalu sering melihat realitas liberalisme sebagai sesuatu yang sudah biasa ada di lingkugan mereka.Bahkan seringkali yang menjalankan budaya liberal itu adalah teman dekta mereka sendiri yang sudah sangat akrab dengan mereka.Lagi-lagi kebebasan dianggap sebagai suatu yang bernilai tinggi dimata mereka,tanpa dipikirkan dulu seperti apa kebebasan yang benar dan seperti apa kebebasan yang telah menjadi budaya barat yaitu bebas sebebas-bebasnya.Jika sudah seperti ini,maka gengsi adalah penentu sikap remaja kita.Jika gengsinya sudah tidak dapat dibendung lagi,maka mengikuti budaya seperti ini sudah pasti menjadi pilihan mereka,karena sudah sangat banyak dari sahabat mereka yang melakukan budaya ini.Mereka sudah tidak mempertimbangkan lagi baik atau buruknya,tapi yang mereka pikirkan adalah bagaimana mereka bisa dianggap keberadaanya dalam lingkungan mereka dan tentunya dianggap sebagai orang yang keren di lingkungan pergaulan mereka.
         Dampak dari liberalisme ini sudah sangat sering kita lihat di media-media,seperti banyaknya anak dibawah umur yang melakukan seks bebas,banyaknya remaja yang tidak lagi menghormati guru dan orang tuanya,banyaknya pelajar yang menganggap sekolah hanya menjadi ladang mecari pasangan,banyaknya teman-teman kita yang sudah sangat akrab dengan diskotik dan tempat pelacuran,serta dampak negatif lainnya yang awalnya ditimbulkan oleh pandangan mereka yang liberal dan ditimbulkan oleh perasaan gengsi yang tinggi kepada teman-teman mereka jika tidak menjalankan budaya ini.
           Jika terus seperti ini,mungkin moral lokal yang sudah ditanamkan oleh pendahulu kita untuk menjaga generasi bangsa ini akan musnah dan sudah dianggap sebagai moral yang jadul dan tidak mengikuti perkembangan zaman.Padahal pada dasarnya,segala sesuatu yang baik itu tidak bisa dinilai dari  perasaan,tapi hanya bisa dinilai oleh akal rasional yang melihat segala sesuatu dari aspek benar dan salah.

 4.Pacaran yang Berlebihan
          Mungkin realitas pacaran sudah sangat sering kita lihat dikalangan pelajar dan remaja bangsa kita.Bahkan yang masih duduk di kursi SMP sekalipun,mereka sudah menganggap pacaran sebagai suatu yang sangat biasa dan sudah bukan lagi merupakan hal yang tabu dalam hidup mereka.Saking banyaknya realitas ini kita temui di kalangan pelajar,maka akan menjadi sebuah kewajaran jika salah satu landasan mereka untuk memiliki pacar adalah karena perasaan gengsi keada teman-teman mereka.Mereka akan dianggap rendah ketika belum memiliki pacar,dan yang sudah mempunyai pacar akan dianggap tinggi di lingkungan mereka.
          Saat ini bahkan sudah banyak istilah-istilah yang merendahkan orang yang belum meliki pacar,seperti istilah 'JONES' yang sering kita temui di meme-meme comic yang ada di Indonesia dan lain sebagainya.Pengondisian seperti inilah yang semakin membuat perasaan gengsi itu semakin tinggi,karena lingkungan yang menuntut mereka untuk mengikuti budaya yang sudah berkembang pesat dan mengakar.
          Akan tetapi,usia pelajar adalah usia yang masih rentan akan emosional yang tidak stabil (labil) dan mudah berubah-ubah.Ditambah lagi,usia pelajar biasanya masih memiliki nafsu yang kadangkala sangat besar/menggebu-gebu dan sulit untuk dikendalikan.Nafsu ini seringkali hanya dilihat dari segi perasaan enak-gak enaknya saja,tanpa dipikirkan lagi secara rasional benar-salahnya dan dampaknya kedepan dalam kehidupan mereka.Sehingga seringkali kita melihat realitas para pelajar di negara kita sudah berpacaran dengan cara yang berlebihan,seperti melakukan perilaku ciuman,pelukan,dan perilaku lainnya yang sangat tidak pantas dilakukan oleh orang yang belum masuk ke jenjang pernikahan.Dampak yang ditimbulkan pun tidak main-main,mulai dari menurunnya prestasi belajar mereka karena tidak fokus belajar dan lebih fokus dengan pasangan mereka,lebih mementingkan urusan pasangan mereka ketimbang urusan orangtua dan sekolahnya,sampai pada seks bebas yang berdampak pada kehamilan di luar akad nikah.

 Cara Pencegahan :
          Sebenernya mudah saja untuk mengontrol gengsi kita agar tidak diluar batas dan sangat tergantung dengan keadaan lingkungan.Dari contoh yang telah dipaparkan diatas,kebanyakan perilaku gengsi yang berlebihan disebabkan karena tidak siap menghadapi lingkungan yang telah mengondisikan psikologis mereka. Kebanyakan mereka lebih mengedepankan perasaan gengsinya ketimbang akal sehat dan pemikiran rasional yang berlandaskan benar dan salah.Mereka asal mengikuti saja budaya yang telah berkembang diluar dan kemudian menjadi moral yang mengakar di hati mereka.Maka dari itu,prinsip yang kuat dalam diri adalah salah satu solusi agar kita tidak mudah meninggikan gengsi yang berdampak terhanyutnya kita dalam budaya buruk yang sebelumnya telah berkembang.
          Dan berikut adalah beberapa solusi agar kita terhindar dari moral buruk yang disebabkan oleh tingginya gengsi kita dan terpengaruh budaya buruk yang telah berkembang di luar :
  1. Punya prinsip yang kuat dalam diri : Prinsip ini berfungsi sebagai pengingat kita ketika kita mulai terpengaruh dengan lingkungan yang salah dan gengsi kita mulai bermain disini.
  2. Adanya keimanan yang baik kepada Tuhan : Setiap orang yang mengaku beriman kepada Tuhannya,pasti merasa takut jika ia melakukan apa yang telah dilarang oleh Tuhannya.Maka dari itu,dengan meningkatkan keimanan kepada Tuhan bisa memperteguh diri kita untuk tetap berada pada jalan yang benar
  3. Punya perencanaan hidup yang jelas : Dengan adanya perencanaan yanng jelas dalam hidup kita,maka kita akan berpikir ulang jika gengsi kita mulai mengikuti budaya buruk yang berkembang diluar.
  4. Berteman dengan orang-orang yang baik : Karena lingkungan menjadi faktor utama tingginya gengsi kita dan mengikuti budaya yang salah,maka dengan mempunyai teman yang baik bisa menjadi solusi juga untuk membentengi diri kita,karena dengan begitu kita bisa mempunyai banyak pengingat ketika kita mulai terpengaruh dengan budaya salah di luar.
  5. Berada pada lingkungan yang baik pula : Selain mempunyai teman yang baik,lingkungan kita pun harus tetap baik juga,agar potensi untuk terpengaruh dengan budaya yang salah akan semakin kecil
          Dari kelima solusi tersebut,diharapkan kedepannya gengsi yang tinggi bukan lagi menjadi alasan kita dalam mengikuti budaya buruk yang berkembang di lingkungan kita dan menjadi manusia yang memiliki moral yang buruk pula.

- JANGAN GENGSI KETIKA DILUAR SANA BANYAK YANG MENYUARAKAN KEBATHILAN,TAPI GENGSILAH KETIKA BANYAK YANG MENYUARAKAN KEBAIKAN DAN ANDA HANYA DIAM SAJA - (Herdin Hudayat)

Friday, June 24, 2016

Kenapa Hanya Di Bulan Ramadhan ?

Jika manusia sudah mempunyai kesadaran yang tinggi untuk berbuat kebaikan,timing bukanlah menjadi sebuah penghalang yang membuat setiap orang hanya akan berbuat baik di waktu tertentu saja,seperti kebanyakan orang yang menjadi baik ketika waktu sudah memasuki bulan suci Ramadhan.
Dengan alasan setiap kebaikan di bulan Ramadhan akan dillipat gandakan,setiap orang berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya di bulan Ramadhan,seperti menyantuni orang yang kurang mampu,memberikan makan orang yang kelaparan,melaksanakan segala ibadah ritual dan amalan-amalan kebaikan lainnya yang mereka maksudkan agar amalan mereka bisa dilipat gandakan oleh Allah dan menjadikan mereka sebagai mahkluk yang akan dipermudah segala urusannya di akhirat.
Jika kita melihat realitas pada masyarakat,orang yang kelaparan tidak hanya ada ketika bulan Ramadhan,orang yang kekurangan tidak hanya ada saat bulan Ramadhan dan ibadah ritual bukan hanya wajib dilakukan di bulan Ramadhan,melainkan di bulan-bulan lainnya juga.Sehingga ketika anda berpandangan bulan Ramadhan adalah bulan yang tepat untuk melakukan segala amalan kebaikan,anda SALAH BESAR.Karena jika memang pahala anda diliat gandakan saat bulan Ramadhan dan anda membakar pahala anda yang berlipat itu di luar bulan Ramadhan dengan melakukan perbautan buruk yang dilarang oleh Allah dan menjadi enggan melakukan amalan kebaikan yang biasa anda lakukan di bulan Ramadhan,maka semua yang anda lakukan akan bernilai sia-sia,karena masih ada 11 bulan lagi setelah bulan Ramadhan.
Oleh karena itu,bersikap baik dan jalankan perintah Allah lah bukan hanya karena anda sedang berada pada bulan Ramadhan.Tapi berbuat baiklah karena memang itu yang harus anda lakukan sebagai seorang manusia.Seorang manusia yang pada dasarnya adalah makhluk sosial yang pasti membutuhkan orang lain juga dan seorang manusia yang merasa mempunyai kewajiban atas Tuhannya yang telah menciptakannya ke dunia untuk sebuah misi yang mulia,yaitu menjadi khalifah fil ardy.

Look too my page : https://www.facebook.com/Semangat-Pemuda-Islam-325210090942212/?ref=aymt_homepage_panel

Saturday, April 9, 2016

Latar Novel 'Konjugate' :"Sebuah Perjuangan Melawan yang Berlawanan"

           Sebuah mimpi tanpa tindakan yang nyata.Sebuah harap tanpa perilaku.Sebuah imajinasi tanpa data yang valid.Sebuah angan tanpa tali peretas kecepatan.Tanpa daya tanpa usaha berharap besar layaknya sebuah negeri konjugate yang bisa berhasil karena berlawanan dengan hukum alam yang benar.Berlawanan dari yang seharusnya dan menjadi sebuah yang biasa dilihat karena memang sebuah negatif adalah lawan dari yang positif.Yang bekerja keras dia yang dibawah.Dia yang banyak bersantai dan hanya punya modal segudang kertas merah dengan foto Soekarno-Hatta di depannya menjadi yang teratas dalam persaingan menjadi bintang di negeri yang gelap.Bukan sebuah sihir yang merebak dan menjadi budaya yang dihalalkan.Tapi sebuah perkara yang menjadi normal ketika masuk akal walaupun bersifat lemah dan mudah dipatahkan.Ketika birahi menjadi sebuah prioritas dan menjadi alasan untuk melakukan asusila dan melakukan sesuatu yang diharamkan raja yang benar tapi dikembangkan oleh raja yang dicintai rakyatnya karena sepemikirannya dia dengan nafsu rakyatnya.
         Jika engkau berjalan dengan kepercayaan diri karena membawa sekantung emas yang indah engkau akan menjadi manusia paling didewakan dalam sebuah kacamata konjugate.Tidak membawa apa-apa adalah sebuah kesalah besar jika engkau berjalan diatas bata yang berlapiskan dengan kesombongan yang sangat terlihat indah dan menjadi perhiasan yang tak tergantikan ketika hari libur dimulai.Menjadi tempat yang paling pantas untuk berpose bersama gadis yang bahkan dia tak tau nama ibunnya.Menjadi tempat yang paling nikmat untuk bersantai sambil menunggu orang yang kelaparan datang dan mati didepannya.Sebuah pertunjukan kesenjangan yang sama sekali tidak dinilai sebagai sebuah pembunuhan berencana,yang direncanakan dengan segala ketidakpedulian kepada setiap kepala dengan topi lusuh yang tak pintar.
         Bahagia diatas penderitaan orang lain adalah sebuah kewajiban yang bisa melengkapi nilai kebahagiaan itu.Mengajarkan anak-anaknya untuk bisa menang dalam sebuah perkelahian di sekolah adalah sebuah keharusan yang dilakukan oleh kedua kepala yang mengaku sebagai orang tua mereka,padahal mereka belum yakin kalau mereka adalah sekumpulan darah dan daging bersuara yang keluar dari perut yang tidak jelas arah airnya.
          Semua berjalan dengan lancar,karena ini semua adalah sebuah perencaan yang matang dari sebuah otak konjugate yang tak lagi bisa diarahkan pola pikir liarnya.Berpandangan berlawanan dari apa yang seharusnya.Kebahagian adalah prioritas walaupun memenggal kepala orang lain adalah sebuah pilihan yang tak dianggap sebagai suatu yang tercela dan merendahkan manusia.Bukan manusia jika tidak bisa bersaing dengan liar dan egois yang tinggi.Ketidakseimbangan adalah tujuan awal yang kini telah menjadi tujuan akhir yang sebentar lagi akan diraih deng begitu mudahnya.Kesamaan kacamata konjugate raja dan rakyatnya menjadi titik temu dalam pencapaian keruskan yang dianggap sebagai kemajuan ini.Kemajuan yang bisa meninggikan martabat manusia karena menangnya dalam persaingan yang tidak memiliki peraturan untuk menang.
         Semua seperti akan berakhir seperti ini.Tapi bukan tanpa harapan jika masih ada yang berpikir lurus dan benci dengan semua keruskan yang dikemas dengan kemajuan ini.Sebuah perkumpulan kepala yang tidak tergoda untuk memenangkan pertandinga dengan cara yang tidak jelas.Melawan penguasa dan menjadi penguasa adalah langkah terbaik dalam menjalankan kembali misi semula negeri yang tak ingin kenal dengan istilah konjugate yang menjadi tradisi tersembunyi yang hanya diketahui keluarga istana.
          Sebentar lagi kita akan menghadapi ini semua dengan segala cara dan kemampuan yang layaknya terlihat tidak mungkin untuk mengalahkan sebauh kerajaan yang telah terstruktur dengan baik setiap lininya.Tapi motivasi memperbaiki sampah ini menjadi sebuah emas adalah harga mati walaupun jantung taruhannya.

Let's start reading 'Konjugate' Novel start next week in http://novel-konjugate.blogspot.co.id/

Friday, April 8, 2016

Nasehat Terbaik Penjaga Idealisme Pelaku Kebaikan

         
          Saat kita berada di lingkungan yang rusak,maka rusaklah diri kita.Ketika kita berada pada lingkungan yang baik,maka baikah diri kita.Terkadang kita seperti bunglon yang hanya bisa mengikuti keadaan di sekitar kita.Terkadang kia tidak punya jati diri yang jelas sebagai seorang yang punya freewill(kebebasan berkehendak).Dan terkadang kita juga lupa bahwa ada banyak nasehat yang pernah menginngatkan kita untuk tetap berada pada jalan yang baik.
          Memang begitu banyak nasehat yang pernah kita terima,begitu banyak orang yang pernah menasehati diri kita.Mulai dari orang yang sangat dekat degan kita,sampai dengan orang yang tidak kita kenal,tapi karena begitu pedulinya dengan kita dia mau menasehati kita dengan begitu tulusnya.
          Memang wajar ditengah kesibukan kita yang terkadang membudakan,kita sering lupa dengan nasehat-nasehat itu.Bahkan tidak jarang juga kita terjerumus ke dalam jurang keburukan karena begitu gencarnya lingkungan menyuarakan keburukan itu.Terkadang keburukan yang kita lakukan bahkan bernilai biasa-biasa saja karena begitu banyaknya orang yang melakukan hal yang sama dengan kitaTapi apakah kita mau menjadi orang yang terus-terusan seperti ini?.Manusia dengan segala kehendak bebasnya yang telah diberikan oleh Tuhan memang bebas untuk memilih,mau menjadi baik atau buruk.Tapi alangkah baik dan bijaksananya bila jalan yang kita pilih adalah hasil kerja akal sehat kita yang bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk,dan bukan  hasil dari perasaan kita yang tidak enak jika tidak ikut melakukan keburukan bersama sahabat atau teman-teman kita.
        Oleh karena itu,disaat kita sudah memilih jalan yang baik dan telah memutuskan untuk meninggalkan jalan yang buruk,harus ada prinsip dan nasehat dalam diri kita yang membuat kita tidak goyah dan kembali menjalankan keburukan seperti yang dulu pernah kita lakukan.Dan nasehat yang paling mudah kita ingat dalam mempertahankan prinsip hidup kita untuk tetap berada pada jalan kebaikan adalah dengan mengingat kematian dan tempat terakhir kita kembali.
          Memang sulit jika setiap harinya kita harus mengingat kata-kata mutiara/bijaksana dari orang yang pernah menasehati kita.Bahkan terkadang nasehat itu kurang efektif untuk menjaga diri kita,karena begitu dinamisnya masalah yang kita hadapi dalam kehidupan.Oleh karena itu mengingat kematian dan tempat terakhir kita adalah sebaik-baiknya nasehat yang mudah untuk diingat.
          Coba kita bayangkan jika hari ini malaikat mengatakan kepada kita bahwa ini adalah hari terakhir kita untuk hidup,lalu apa yang saat ini kita lakukan?.Masihkah kita bermegah-megahanan dalam hidup? atau justru kita mau menjadi orang yang paling dermawan yang peduli dengan orang-orang disekitar kita.Coba kita bayangkan bahwa hari ini adalah hari terakhir kita untuk melihat kedua orang tua kita,lalu bagaimana sikap kita terhadap orang tua kita?Masihkah kita durhaka kepadanya? atau kita akan menjadi anak yang paling berbakti kepadanya pada hari ini.Coba bayangkan saat ini adalah hari terakhir kita untuk memeluk Islam,lalu bagaimana langkah kita?.Masihkah kita menjadi orang yang tidak peduli dengan agama kita? atau kita menjadi orang yang rela berjuang habis-habisan untuk menyuarakan kebaikan Islam yang saat ini telah dipandang sebagai agama yang keras dan tidak berperikemanusian?.Coba bayangkan dan bayangkan lagi.
          Dalam keseharian kita jangan pernah kita lupakan bahwa kematian akan datang menghampiri kita.Jangan pernah lupa bahwa tempat ternyenyak kita nanti hanya beralasakan tanah dengan luas 2x1 meter saja.Jangan pernah nyaman dengan kendaraan anda saat ini,karena kendaraan kita nanti hanyalah amalan kebaikan kita yang bisa mengantarkan kita ke surganya Allah swt.
         Kebanyakan orang saat ini telah banyak yang merasa bahwa mereka akan hidup selamanya.Karena kesehatan dan kegagahan yang mereka miliki,mereka lupa bahwa orang-orang yang saat ini terbaring di tanah adalah mereka yang berpikiran sama seperti orang saat ini yang berpikiran demikian.Kemewahan dan keamanan yang kita dapatkan saat ini telah memperdaya diri kita bahwa kematian masih sangat jauh untuk kita bayangkan.Sehingga wajar jika banyak diantara kita yang masih mau sejenak merasakan kenikmatan dunia yang paling lama hanya bertahan selama 60 tahun saja.Itupun bisa menjadi tidak sempurna ketika kita sudah berada pada usia tua dan tidak bisa melakukan segala hal yang kita suka.
         Oleh karena itu mengingat kematian dengan sebaik-baiknya adalah nasehat yang paling mudah kita bawa dalam kehidupan kita.Dengan mengingat kematian,kita selalu memperhitungkan segala sesuatu yang akan kita lakukan.Kita tidak akan melakukan sesuatu yang tidak berguna di hari terakhir kita hidup.Allah telah mengatakan bahwa di hari akhir nanti banyak para pendosa yang ingin kembail sehari saja ke dunia untuk bisa melaukan kebaikan dan beribadah kepada Tuhan mereka(Q.S Al Faathir : 37).Oleh karena itu,setiap kita bangun dari tidur kita,anggaplah hari ini adalah hari terakhir kita.Jika hari ini adalah hari kita untuk bekerja di kantor,maka bekerjalah dengan baik dengan tidak saling menjatuhkan teman kantor kita dan tidak melakukan korupsi.Jika hari ini adalah hari kita untuk sekolah/kuliah,maka belajarlah dengan sebaik-baiknya.Jika hari ini adalah hari libur kita,maka manfaatkanlah waktu itu dengan hal-hal yang bermanfaat,bukan dengan menghambur-hamburkan harta dengan sesuatu yang tidak berguna dan melupakan kita dengan hari kematian kita.

"KEEP DOING GOOD,And REMEMBER YOUR LAST DAY"
       

Tuesday, January 19, 2016

Sang Risalah

Satu setengah abad lalu
Gunung gunung bernafas lega
Juga angin
Menari diatas kemuliaan

Menyendiri dalam gua
Gelap,hitam,berteman dengan kesunyian
Mencari benang putih
Yang bisa menjahit hatinya

Kemudian turun jibril
Yang buat seluruh tubuhnya menggigil

Tapi Tuhan berkata
Bangkitlah !
Dan agungkan Tuhanmu

Penyihir,orang gila ataupun penyair
Adalah fitnah yang jadi makanan hariannya
Tapi,tegar adalah pilihannya
Demi misi yang kan membuat perubahan

Bermodal akhlak,intelegensi
Dan kejujuran yang tak bertirai
Batu besar jadi sebuah kemuliaan
Yang membuat dunia selalu siang
Terang dan jelas terlihat kebenaran

Syukur adalah kata yang paling layak
Karena dia
Ruku,sujud,adalah sebuah kenikmatan
Yang akan terus kita kumandangkan
Ditengah rusaknya zaman

Thursday, January 14, 2016

Hidup Kita Hanya 1/17 Hari

        
          Assalamualaikum wr.wb
     Waktu terus berjalan,hari terus berganti dan harapan demi harapan barupun terus bermunculan.Segala kesibukan yang kita lakukan saat ini tidak lain dan tidak bukan hanya untuk mengejar kehidupan duniawi kita.Jika kita tanya satu persatu mahasiswa yang sekarang menuntut ilmu di  Fakultas Kedokteran,apa tujuan mereka belajar sampai begitu kerasnya?-Kebanyakan mereka pasti akan menjawab tujuan mereka adalah untuk menjadi seorang dokter yang sukses,sehingga bisa menghasilkan materi(harta) yang banyak,sehingga bisa memebahagiakan kedua orang tuanya & dirinya sendiri tentunya.Jika anda bertanya kepada mahasisiwa/pelajar sekolah di tempat lainnya atau bahkan kepada seorang karyawan yang sudah bekerja di sebuah perusahaan,apa yang dia kejar dan apa tujuannya hingga mau berusaha sekeras itu?-Mayoritas jawaban mereka pasti berujung pada sebuah kesuksesan,yang salah satu indikator kesuksesan bagi mereka adalah punya materi yang banyak sehingga bisa memberikan kebahagiaan kepada diri mereka sendiri dan kepada orang-orang yang mereka cintai tentunya.
     Kesibukan demi kesibukan yang kita lakukan saat ini memang hampir kesemuannya berujung pada kebahagiaan dunia.Tapi pernahkah kita sadar bahwa kebahagaian di dunia itu tidak memiliki kebahagiaan yang bernilai mutlak(100%).Dalam sebuah wawancara & penelitian kepada pelajar SMK & SMA yang dilakukan oleh mahasiswa dari Surabaya menunjukan bahwa kebahagian yang kita rasakan dari kita lahir sampai umur 60 tahun(asumsi usia manusia rata-rata) hanya berkisar 25% dan sisanya perasaan netral 50% & perasaan duka 25%.Jika dilihat dari penelitian tersebut,memang hampir semua orang setuju bahwa kebahagian di dunia itu hanya bernilai kecil dibandingkan dengan perasaan netral yang lebih sering kita rasakan.Karena saat kita ingin mendapatkan kebahagiaan,kita harus melakukan usaha demi usaha yang di dalam usaha tersebut pasti terkandung perasaan netral bahkan duka yang harus kita rasakan.Bahkan orang kaya sekalipun yang kehidupannya serba mewah dan segala apa yang dia inginkan bisa terwujud,belum tentu nilai kebahagiannya lebih besar ketimbang perasaan netralnya.Karena pada hakikatnya segala sesuatu yang kita lakukan terus menerus atau sangat sering kita dapatkan pasti lama kelamaan akan bernilai netral.Bahkan ada juga orang kaya yang serba kecukupan malah merasakan perasaan duka disaat ia merasakan suatu kekosongan dalam dirinya hingga tidak menemui sebuah kebermaknaan dalam dirinya dan ada juga yang berujung pada bunuh diri karena memang dia sudah tidak tahan lagi dengan hidupnya yang selalu kosong dan tidak memiliki nilai yang jelas.(exp : Kurt Cobain).
     Dari realitas diatas kita dapat melihat bahwa pada hakikatnya kebahagiaan di dunia tidak bernilai besar,bahkan didalmnya bisa bernilai penderitaan saat kita sedang mengejar dan berusaha mendapatkan kebahagiaan tersebut.Tapi juga bukan berarti kita tidak boleh merasakan kebahagiaan di dunia.Tapi penulis ingin menyampaikan bahwasanya kebahagiaan di dunia itu tidak bernilai besar,hingga kita tuhankan bahkan hingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.Karena pada hakikatnya kita hanya hidup 1/17 hari di dunia ini.Allah SWT berfirman dalam surat Al Hajj ayat 47 :

          "Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. "

Di ayat tersebut Allah menjelaskan kepada kita bahwa sehari disisi-Nya atau bisa juga di tafsirkan sebagai sehari di alam akhirat itu sama dengan 1000 tahun dalam perhitungan kita di dunia.Jika kita asumsikan usia manusia rata-rata hanya mencapai usia 60 tahun,berarti hidup kita di dunia hanya 1/17 hari di perhitungan akhirat.Bahkan Allah juga berfirman dalam surat An Naa'ziaat ayat 46 :

          "Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari." 

Allah menerangan lagi dalam ayat tersebut bahwa nanti saat kita dibangkitkan,kita hanya merasa hidup di dunia seperti pada waktu pagi/sore hari saja.Waktu yang sangat-sangat sebentar tentunya.
    Coba kita renungkan bersama,saat kita dibangkitkan nanti kita benar-benar merasa hidup sebentar saja di dunia dan saat kita dimintai pertanggungjawaban atas segala sesuatu yang kita perbuat di dunia,kita sama sekali tidak memikirkan bahwa hari kebangkitan itu benar-benar terjadi dan kita sama sekali belum mempersiapkan untuk kehidupan akhirat kita yang jelas-jelas jika kita mempersiapkan ini di dunia dengan sungguh-sungguh dan sedikit pengorbanan pastilah kita termasuk orang-orang yang beruntung dengan mendapatkan kebahagiaan yang bernilai mutlak(100%) di Syurganya Allah SWT.
     Lalu apalagi yang kita banggakan dengan kehidupan dunia kita yang hanya berkisar 1/17 hari ini?.Masikah kebahagian dunia menjadi tujuan utama kita.Sudahkah kedudukan Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang pantas kita sembah dan kita jadikan tujuan hidup tergantikan oleh tipu daya dunia yang bahkan tidak bisa memberikan kebahagiaan yang bernilai mutlak?.Apakah kita lupa bahwa suatu hari nanti kita akan dimatikan dan segala yang kita lakukan saat ini akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT?.
     Sudahlah teman,sudah saatnya kita kembali menjadi seorang Muslim yang menjadikan Allah sebagai satu-satunya Tuhan.Jadikan ilmu,pekerjaan dan harta yang kita miliki sekarang sebagai langkah kita untuk mendapatkan kebahagiaan yang besar di sisi Allah.Bukan tidak boleh bahagia di dunia,tapi kita posisikan kebahagian di dunia sebagai sesuatu yang tidak kita utamakan ketimbang menjadi hamba Allah yang taat.Mari kita fokuskan segala tujuan kita hanya Allah SWT.Jika sudah demikian kapanpun dan dimanapun kita,kita akan siap jika sewaktu-waktu malaikat izrail menjemput kita dan teman-teman kita bersedih karena kehilangan seorang yang benar-benar totalitas dalam membangun peradapan Islam dan Lilahi taa'la tentunya.

"Allah adalah tujuanku.Dunia adalah ladangku untuk mendapat Ridhonya."

Friday, January 8, 2016

KAMPUS : "Disaat Kebebasan Membutuhkan Kedewasaan"

          
          Masih teringat ketika  SMK dulu aku melihat teman-temanku yang datang terlambat,lalu mereka semua mendapat hukuman dari guru dan satpam sekolah untuk jalan jongkok atau sekedar push up 10x.
          Tapi setelah aku masuk kuliah,pemandangan itu tidak akan terlihat lagi.Semua yang ada di kampusku adalah sebuah kebebasan yang bertanggung jawab dan tidak melawan etika dan asusila.Tapi terlambat datang ke kampus merupakan hal yang biasa dan bahkan menjadi budaya yang sudah mengakar.Tidak ada rasa malu atau jemu ketika mereka datang terlambat untuk ke sekian kalinya dan mendapat teguran dari dosen.Memang tidak semua mahasiswa melakukan hal buruk ini.Mungkin hanya mahasiswa yang baru merasakan nikmatnya tidak dihukumlah yang sering melakukan hal buruk ini.
          Budaya terlambat adalah salah satu dampak dari kebebasan yang diberlakukan di kampus.Memang benar,ada beberapa kampus yang memberlakukan sistem kompensasi.Dimana saat mahasiswa itu terlambat,setiap menitnya akan dikalikan 2/lebih dan hasil waktunya adalah lama waktu yang harus ia gunakan untuk melakukan pengabdian kepada kampus dengan bersih-bersih kampus atau melakukan perbaikan kampus lainnya.Tapi memang karena lingkup kampus yanng tidak terlalu luas dan saking banyaknya mahasiswa yang mendapat kompensasi.ini membuat pekerjaan yang ia dapatkan saat masa kompensasi sangatlah ringan dan tidak membuat kejeraan.Dan saat itulah kampus berkata : "welcome to the freedom area".
         Pada dasarnya seorang mahasiswa adalah seseorang yang berusia cukup dewasa dan bisa menjaga dirinya sendiri,karena mereka juga sudah tau dan dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah.Tapi entah kenapa masih banyak saja mahasiswa yang masih belum berjiwa dewasa dan bahkan masih berperilaku kekanak-kanakan.Tapi tidak sedikit juga mahasiwa yang sudah dapat berperilaku dewasa dan bahkan bisa jadi panutan bagi masyarakat.Jika kita sering melihat di TV banyak mahasiswa yang sering berdemo di depan Istana Negara atau gedung DPR,itu adalah sebagian kecil dari mahasiswa yang sudah berpikir kritis dan mau berbuat untuk bangsanya.Meskipun kepedulian kepada bangsanya tidak hanya bisa ditunjukan lewat demo,tapi mereka sangat menunjukan bahwa mahasiswa adalah seorang yang dewasa dan dapat berpikir kedapan dan peduli kepada sesamanya.
         Menyampaikan pendapat lewat demo pun sebenarya adalah sebuah kebebasan untuk berpendapat.Jika saat sekolah menengah kita hanya ikut aturan sekolah dan tidak bisa mengkritik peraturan itu walaupun memang benar terdapat kesalahan di peraturan itu,tapi saat kita menjadi mahasiswa mengkritik dan memberi saran dengan cara yang baik dan diplomasi adalah suatu hal yang wajar bahkan jadi kewajiban bagi mahasiswa untuk menjadi kritikus yang baik bagi setiap pemimpinnya.
          Memang masih banyak lagi kebebasan-kebebasan yang bisa kita lihat di kampus-kampus pada umumnya.Dari kebebasan itu ada yang menghasilkan sebuah kebaikan dan ada juga yang menghasilkan sebuah keburukan.Maka dari itu setiap kebebasan yang diberikan pihak kampus kepada setiap mahasiswanya,harus bisa disikapi secara dewasa juga oleh setiap mahasiswanya.Agar tujuan dari pendidikan yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menghasilkan generasi yang cemerlang bisa terwujud dengan sebaik-baiknya tanpa harus dinodai oleh sikap mahasiswa yang tidak dewasa dan mengasilkan sebuah gradasi moral yang justru malah menjadi beban negara karena memiliki banyak generasi muda yang tidak bisa ikut serta dalam perbaikan negara.

#HidupMahasiswa
#HidupRakyatIndonesia