Friday, January 8, 2016

KAMPUS : "Disaat Kebebasan Membutuhkan Kedewasaan"

          
          Masih teringat ketika  SMK dulu aku melihat teman-temanku yang datang terlambat,lalu mereka semua mendapat hukuman dari guru dan satpam sekolah untuk jalan jongkok atau sekedar push up 10x.
          Tapi setelah aku masuk kuliah,pemandangan itu tidak akan terlihat lagi.Semua yang ada di kampusku adalah sebuah kebebasan yang bertanggung jawab dan tidak melawan etika dan asusila.Tapi terlambat datang ke kampus merupakan hal yang biasa dan bahkan menjadi budaya yang sudah mengakar.Tidak ada rasa malu atau jemu ketika mereka datang terlambat untuk ke sekian kalinya dan mendapat teguran dari dosen.Memang tidak semua mahasiswa melakukan hal buruk ini.Mungkin hanya mahasiswa yang baru merasakan nikmatnya tidak dihukumlah yang sering melakukan hal buruk ini.
          Budaya terlambat adalah salah satu dampak dari kebebasan yang diberlakukan di kampus.Memang benar,ada beberapa kampus yang memberlakukan sistem kompensasi.Dimana saat mahasiswa itu terlambat,setiap menitnya akan dikalikan 2/lebih dan hasil waktunya adalah lama waktu yang harus ia gunakan untuk melakukan pengabdian kepada kampus dengan bersih-bersih kampus atau melakukan perbaikan kampus lainnya.Tapi memang karena lingkup kampus yanng tidak terlalu luas dan saking banyaknya mahasiswa yang mendapat kompensasi.ini membuat pekerjaan yang ia dapatkan saat masa kompensasi sangatlah ringan dan tidak membuat kejeraan.Dan saat itulah kampus berkata : "welcome to the freedom area".
         Pada dasarnya seorang mahasiswa adalah seseorang yang berusia cukup dewasa dan bisa menjaga dirinya sendiri,karena mereka juga sudah tau dan dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah.Tapi entah kenapa masih banyak saja mahasiswa yang masih belum berjiwa dewasa dan bahkan masih berperilaku kekanak-kanakan.Tapi tidak sedikit juga mahasiwa yang sudah dapat berperilaku dewasa dan bahkan bisa jadi panutan bagi masyarakat.Jika kita sering melihat di TV banyak mahasiswa yang sering berdemo di depan Istana Negara atau gedung DPR,itu adalah sebagian kecil dari mahasiswa yang sudah berpikir kritis dan mau berbuat untuk bangsanya.Meskipun kepedulian kepada bangsanya tidak hanya bisa ditunjukan lewat demo,tapi mereka sangat menunjukan bahwa mahasiswa adalah seorang yang dewasa dan dapat berpikir kedapan dan peduli kepada sesamanya.
         Menyampaikan pendapat lewat demo pun sebenarya adalah sebuah kebebasan untuk berpendapat.Jika saat sekolah menengah kita hanya ikut aturan sekolah dan tidak bisa mengkritik peraturan itu walaupun memang benar terdapat kesalahan di peraturan itu,tapi saat kita menjadi mahasiswa mengkritik dan memberi saran dengan cara yang baik dan diplomasi adalah suatu hal yang wajar bahkan jadi kewajiban bagi mahasiswa untuk menjadi kritikus yang baik bagi setiap pemimpinnya.
          Memang masih banyak lagi kebebasan-kebebasan yang bisa kita lihat di kampus-kampus pada umumnya.Dari kebebasan itu ada yang menghasilkan sebuah kebaikan dan ada juga yang menghasilkan sebuah keburukan.Maka dari itu setiap kebebasan yang diberikan pihak kampus kepada setiap mahasiswanya,harus bisa disikapi secara dewasa juga oleh setiap mahasiswanya.Agar tujuan dari pendidikan yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menghasilkan generasi yang cemerlang bisa terwujud dengan sebaik-baiknya tanpa harus dinodai oleh sikap mahasiswa yang tidak dewasa dan mengasilkan sebuah gradasi moral yang justru malah menjadi beban negara karena memiliki banyak generasi muda yang tidak bisa ikut serta dalam perbaikan negara.

#HidupMahasiswa
#HidupRakyatIndonesia
          

1 comment: