Allah Swt. berfirman dalam surah Ibrahim ayat 7 :

Dari ayat diatas diterangkan bahwa jika kita bersyukur akan nikmat yang diberikan oleh Allah,nikmat kita akan ditambahkan oleh Allah dengan nikmat yang lebih banyak lagi.Tapi saat kita mengingkari nikmat Allah,Dia tidak langsung mencabut nikmat yang ada pada diri kita,tapi Allah hanya menjelaskan bahwa nikmat Allah itu sangat pedih.
Dari penjelasan diatas,sangat jelas sekali kebijaksanaan Allah dan kecintaan Allah kepada setiap hambanya yang beriman,karena di satu sisi Dia akan menambahkan nikmat bagi orang-orang yang bersyukur akan nikmat-Nya,tapi di sisi lain bagi orang-orang yang mengingkari nikmat-Nya,Dia tidak langsung mencabut nikmat dari orang yang mengingkari nikmat-Nya tersebut,tapi Dia hanya mengingatkan kepada kita bahwa azab Allah itu sangat pedih.Ini menunjukan bahwa saat kita mengingkari nikmat Allah,kita masih diberi kesempatan untuk berTaubat dan menyesali perbuatan kita.Subhanallah....
Tapi walaupun Allah masih memberikan ruang bagi kita untuk bertaubat saat kita mengigkari nikmat-Nya,bukan berarti kita terus mengingkari nikmat Allah dan berharap Allah masih memberikan ruang bagi kita untuk bertaubat.Karena,bagaimanapun juga bersyukur adalah salah satu perintah Allah yang setiap orang beriman wajib melakasanakannya.Karena bersyukur bukan hanya mengucapkan Hamdallah tanpa melakukan usaha yang berarti bagi kita untuk menunjukan rasa Syukur kita kepada Allah.
Bersyukur juga bisa kita lakukan saat kondisi kita sangat terbatas untuk menjemput rezeki dari Allah,tapi kita terus berusaha keras untuk menjemput rezeki itu dengan kondisi kita yang terbatas dan tanpa ucapan keluhan sedikitpun.Salah satu hewan yang bisa kita jadikan contoh dalam contoh syukur yang seperti itu adalah Cicak.Lalu bagaimana kita mengambil pelajaran dari seekor cicak untuk contoh syukur yang seperti ini?.Dan berikut adalah penjelasannya....
Cicak adalah seekor hewan melata yang biasa kita temui di dinding rumah kita.Tapi coba kita lihat apa makanannya?.Ya betul,makanannya adalah serangga kecil yang jelas-jelas bisa terbang.Jika cicak adalah hewan yang malas dan mudah untuk mengeluh,pastilah dia berkata kepada Allah dan bertanya : 'Kenapa Allah menciptakan dia dalam keadaan merayap di dinding,tapi Allah menciptakan rezeki makanannya berupa serangga yang bisa terbang?'.Tapi sayangnya cicak bukanlah hewan yang seperti itu dan mudah mengeluh.Dia adalah seekor hewan yang bersyukur atas setiap nikmat yang Allah berikan kepadanya.Sehingga ia menunjukan rasa syukurnya dengan tidak mengeluh dan terus mencari rezekinya walaupun ia tidak bisa terbang.Walaupun cicak tidak bisa terbang,bukan berarti ia tidak punya strategi lainnya.Dia tahu bagaimanapun juga serangga bisa terbang,pasti serangga-serangga itu akan kelelahan untuk mengepakan sayapnya dan akan berhenti sejenak di dinding atau dataran lainnya.Dan saat serangga beristirahat itulah kesempatan cicak untuk menangkap makanannya dengan lidahnya yang cukup panjang dan lengket.Oleh karena itu saat serangga masih terbang,cicak hanya berpikir untuk tetap sabar dan tenang dan menanti setiap kesempatannya untuk mendapatkan rezekinya itu.
Maha Besar Allah yang telah menjamin rezeki setiap makhluknya,seperti yang difirmankan dalam surah Hud ayat 6 :

Oleh karena itu,sangat malulah kita sebagai seorang manusia yang masih mengeluh kepada Allah untuk mencari rezeki dengan alasan kondisi kita yang seolah tidak mungkin untuk menjemput rezeki-Nya,seperti cicak tadi yang seolah tidak mungkin untuk mendapatkan rezekinya,tapi kenyataannya karena cicak tersebut tersebut terus berusaha dan memikirkan setiap strategi untuk mendapatkan rezekinya,ia tidak pernah kesulitan untuk mendapatkan rezekinya tersebut.
Mulailah dari sekarang kita tingkatkan usaha kita dan kita mantapkan stiap strategi yang harus kita lalui untuk kemudahan menjemput rezeki dari Allah.Dan jangan sampai rezeki yang kita dapatkan itu menjadikan kita orang yang kufur,tapi semoga rezeki yang kita dapatkan itu menjadikan kita orang yang senantiasa bersyukur kepada Allah dan terus meningkatkan keimanan kita kepada-Nya karena rasa syukur itu.
No comments:
Post a Comment