1. Meminjamkan Courtois Dua Musim Lebih kepada Atletico Madrid

Keputusan meminjamkan Courtois selama dua musim lebih banyak dikatakan merupakan salah satu efek dari kebijakan Abramovich. Courtois dibiarkan pergi selama dua musim lebih untuk bermain bersama Atletico Madrid.
Di sana Courtois malah berhasil meraih banyak gelar. Musim lalu ia bahkan sanggup membantu Los Rojiblancos menjuarai La Liga dan menembus partai final Liga Champions. Sedangkan Chelsea sendiri harus melalui musim tanpa satu gelarpun.
2. Melepas Sosok Legenda Klup 'Frank Lampard'

Sudah bukan rahasia lagi kalau ebijakan klub yang satu ini sangat dipengaruhi oleh penilaian sang bos besar. Keputusan untuk tidak memperpanjang kontrak Frank Lampard pun merupakan andil dari Abramovich.
Tidak disangka-sangka efeknya sangat besar dan menyakitkan. Kemenangan Chelsea yang sudah di depan mata harus dibuyarkan oleh sosok legenda yang sudah mereka buang, Frank Lampard. Gol Lampard di menit-menit akhir laga memaksa Chelsea dan Manchester City hanya bisa berbagi 1 poin.
3. 50 Juta Pounds Untuk El Nino Fernando Torres
Kemungkinan besar akibat kepincut performa Fernando Torres bersama Liverpool, Roman Abramovich tak ragu menggelontorkan 50 juta Pounds untuk menariknya ke Chelsea di bursa transfer musim dingin. Mendapat tawaran yang sangat menggiurkan, Liverpool lantas membiarkan sang bintang pergi ke klub rival.
Torres sendiri justru menjadi flop bersama Chelsea, salah satu aksinya yang paling mengecewakan adalah gagal mencetak gol ke gawang Manchester United yang sudah kosong tanpa penjagaan. Setiap musimnya, El Nino tidak mampu melesakkan lebih dari 8 gol di ajang Premier League.
4. Menjual Romelu Lukaku
Saat kembali ke Chelsea untuk bertugas kedua kalinya, Jose Mourinho jelas kehilangan sosok striker mematikan. Praktis The Special One hanya bisa bertumpu pada sosok Fernando Torres dan Demba Ba saja. Sebenarnya Chelsea masih bisa bertumpu pada sosok striker muda yang diproyeksikan sebagai suksesor Didier Drogba, Romelu Lukaku.
Namun entah mengapa Lukaku malah dipinjamkan dan sampai pada akhirnya dipermanenkan Everton di bursa transfer kemarin. Memang saat ini Chelsea memiliki Diego Costa, namun bayangkan betapa menakutkannya lini serang The Blues andai Abramovich tidak memutuskan untuk melego Lukaku.
5. Mendatangkan Andres Vilas Boas (AVB)
Saat itu Abramovich tengah mengalami kebingungan usai ditinggal Jose Mourinho dan memecat sosok sekaliber Carlo Ancelotti. Sang bos besar lantas mencari sosok yang sedang dibutuhkannya di negara yang memberikannya manajer pertamanya, Portugal. Tibalah Andre Villas-Boas yang dianggap Abramovich memiliki apa yang dibutuhkan untuk menggantikan sosok Carlo Ancelotti.
Pada kenyataannya Chelsea justru tampil jeblok di bawah arahan AVB. AVB sendiri sudah ditendang oleh Abramovich meski belum semusim menangani The Blues.
6. Tidak Percaya pada Roberto Di Mateo
Meski pengabdiannya hanya sekejap mata, fans Chelsea tidak akan pernah bisa melupakan jasa besar Roberto Di Mateo. Bagaimana tidak, ditunjuk untuk menggantikan AVB, Di Mateo justru sukses menghadiahkan trofi Liga Champions pertama di sepanjang sejarah Chelsea.
Kenyataannya, karena mantan asisten AVB itu tidak memiliki nama besar di kancah manajerial, Abramovich lantas memecatnya. Hasil yang didapat Di Mateo juga sebenarnya tidak terlalu buruk di musim saat dirinya dipecat.
7. Mengganti Di Mateo dengan Rafel Benitez
Pemecatan Di Mateo yang banyak dikritisi fans Chelsea ternyata masih belum cukup bagi Abramovich untuk menghadirkan hal tidak menyenangkan bagi fans. Sang bos besar memilih Rafael Benitez, sosok yang sangat dibenci fans Chelsea untuk menggantikan Di Mateo, sang pahlawan Liga Champions.
Meski pada kenyataannya Benitez sanggup menghadiahkan trofi Europa League, Abramovich sukses menghadirkan atmosfer yang sangat buruk dalam hubungan fans dan klub.
8. Memecat Carlo Ancelloti
Kemampuan seorang Carlo Ancelotti jelas tidak perlu diragukan lagi. Berbagai trofi domestik dan Eropa sudah banyak dimenanginya. Apalagi di musim perdananya bersama Chelsea, Don Carletto sukses meraih double. Namun ternyata hal itu tidak cukup memuaskan bagi sang bos besar, Roman Abramovich. Akibat beberapa hasil buruk di musim keduanya dan gagal mempertahankan gelar Premier League, Ancelotti dipecat oleh sang bos.
9. Memecat 'The Special One' Jose Mourinho
Diluar fakta bahwa Jose Mourinho telah kembali lagi ke Chelsea, para fans sampai saat ini masih dibuat tidak percaya dengan keputusan Abramovich memecat The Special One. Bukan hanya karena Mourinho merupakan sosok manajer jenius, ia juga telah mempersembahkan 2 trofi EPL secara beruntun, 1 FA Cup, dan 1 Piala Liga bagi Chelsea.
Dipercaya hubungan Mourinho dan Abramovich memburuk akibat sang bos besar terlalu ikut campur dalam urusan manajerial sehingga hubungan keduanya memburuk, sebelum akhirnya Mourinho ditendang.
10. Tidak Sabaran,Tidak Percaya
Abramovich sangat dikenal dengan kegemarannya memecat pelatih. Bahkan seorang pelatih yang sebenarnya layak untuk dipertahankan tidak akan luput dari penggalan sang bos besar andai melakukan hal yang melenceng menurut pandangannya. Akibat dari salah satu 'hobi' Abramovich, Chelsea memiliki satu kekurangan, yakni tidak adanya stabilitas dalam tim. Andai saja Chelsea memiliki stabilitas yang tinggi, bukan tidak mungkin saat ini sudah ada lebih dari 2 trofi Liga Champions di lemari trofi Chelsea.
Tidak disangka-sangka efeknya sangat besar dan menyakitkan. Kemenangan Chelsea yang sudah di depan mata harus dibuyarkan oleh sosok legenda yang sudah mereka buang, Frank Lampard. Gol Lampard di menit-menit akhir laga memaksa Chelsea dan Manchester City hanya bisa berbagi 1 poin.
3. 50 Juta Pounds Untuk El Nino Fernando Torres

Torres sendiri justru menjadi flop bersama Chelsea, salah satu aksinya yang paling mengecewakan adalah gagal mencetak gol ke gawang Manchester United yang sudah kosong tanpa penjagaan. Setiap musimnya, El Nino tidak mampu melesakkan lebih dari 8 gol di ajang Premier League.
4. Menjual Romelu Lukaku

Namun entah mengapa Lukaku malah dipinjamkan dan sampai pada akhirnya dipermanenkan Everton di bursa transfer kemarin. Memang saat ini Chelsea memiliki Diego Costa, namun bayangkan betapa menakutkannya lini serang The Blues andai Abramovich tidak memutuskan untuk melego Lukaku.
5. Mendatangkan Andres Vilas Boas (AVB)

Pada kenyataannya Chelsea justru tampil jeblok di bawah arahan AVB. AVB sendiri sudah ditendang oleh Abramovich meski belum semusim menangani The Blues.
6. Tidak Percaya pada Roberto Di Mateo

Kenyataannya, karena mantan asisten AVB itu tidak memiliki nama besar di kancah manajerial, Abramovich lantas memecatnya. Hasil yang didapat Di Mateo juga sebenarnya tidak terlalu buruk di musim saat dirinya dipecat.
7. Mengganti Di Mateo dengan Rafel Benitez

Meski pada kenyataannya Benitez sanggup menghadiahkan trofi Europa League, Abramovich sukses menghadirkan atmosfer yang sangat buruk dalam hubungan fans dan klub.
8. Memecat Carlo Ancelloti

9. Memecat 'The Special One' Jose Mourinho

Dipercaya hubungan Mourinho dan Abramovich memburuk akibat sang bos besar terlalu ikut campur dalam urusan manajerial sehingga hubungan keduanya memburuk, sebelum akhirnya Mourinho ditendang.
10. Tidak Sabaran,Tidak Percaya

TAPI SEKARANG :
No comments:
Post a Comment