Saturday, April 9, 2016

Latar Novel 'Konjugate' :"Sebuah Perjuangan Melawan yang Berlawanan"

           Sebuah mimpi tanpa tindakan yang nyata.Sebuah harap tanpa perilaku.Sebuah imajinasi tanpa data yang valid.Sebuah angan tanpa tali peretas kecepatan.Tanpa daya tanpa usaha berharap besar layaknya sebuah negeri konjugate yang bisa berhasil karena berlawanan dengan hukum alam yang benar.Berlawanan dari yang seharusnya dan menjadi sebuah yang biasa dilihat karena memang sebuah negatif adalah lawan dari yang positif.Yang bekerja keras dia yang dibawah.Dia yang banyak bersantai dan hanya punya modal segudang kertas merah dengan foto Soekarno-Hatta di depannya menjadi yang teratas dalam persaingan menjadi bintang di negeri yang gelap.Bukan sebuah sihir yang merebak dan menjadi budaya yang dihalalkan.Tapi sebuah perkara yang menjadi normal ketika masuk akal walaupun bersifat lemah dan mudah dipatahkan.Ketika birahi menjadi sebuah prioritas dan menjadi alasan untuk melakukan asusila dan melakukan sesuatu yang diharamkan raja yang benar tapi dikembangkan oleh raja yang dicintai rakyatnya karena sepemikirannya dia dengan nafsu rakyatnya.
         Jika engkau berjalan dengan kepercayaan diri karena membawa sekantung emas yang indah engkau akan menjadi manusia paling didewakan dalam sebuah kacamata konjugate.Tidak membawa apa-apa adalah sebuah kesalah besar jika engkau berjalan diatas bata yang berlapiskan dengan kesombongan yang sangat terlihat indah dan menjadi perhiasan yang tak tergantikan ketika hari libur dimulai.Menjadi tempat yang paling pantas untuk berpose bersama gadis yang bahkan dia tak tau nama ibunnya.Menjadi tempat yang paling nikmat untuk bersantai sambil menunggu orang yang kelaparan datang dan mati didepannya.Sebuah pertunjukan kesenjangan yang sama sekali tidak dinilai sebagai sebuah pembunuhan berencana,yang direncanakan dengan segala ketidakpedulian kepada setiap kepala dengan topi lusuh yang tak pintar.
         Bahagia diatas penderitaan orang lain adalah sebuah kewajiban yang bisa melengkapi nilai kebahagiaan itu.Mengajarkan anak-anaknya untuk bisa menang dalam sebuah perkelahian di sekolah adalah sebuah keharusan yang dilakukan oleh kedua kepala yang mengaku sebagai orang tua mereka,padahal mereka belum yakin kalau mereka adalah sekumpulan darah dan daging bersuara yang keluar dari perut yang tidak jelas arah airnya.
          Semua berjalan dengan lancar,karena ini semua adalah sebuah perencaan yang matang dari sebuah otak konjugate yang tak lagi bisa diarahkan pola pikir liarnya.Berpandangan berlawanan dari apa yang seharusnya.Kebahagian adalah prioritas walaupun memenggal kepala orang lain adalah sebuah pilihan yang tak dianggap sebagai suatu yang tercela dan merendahkan manusia.Bukan manusia jika tidak bisa bersaing dengan liar dan egois yang tinggi.Ketidakseimbangan adalah tujuan awal yang kini telah menjadi tujuan akhir yang sebentar lagi akan diraih deng begitu mudahnya.Kesamaan kacamata konjugate raja dan rakyatnya menjadi titik temu dalam pencapaian keruskan yang dianggap sebagai kemajuan ini.Kemajuan yang bisa meninggikan martabat manusia karena menangnya dalam persaingan yang tidak memiliki peraturan untuk menang.
         Semua seperti akan berakhir seperti ini.Tapi bukan tanpa harapan jika masih ada yang berpikir lurus dan benci dengan semua keruskan yang dikemas dengan kemajuan ini.Sebuah perkumpulan kepala yang tidak tergoda untuk memenangkan pertandinga dengan cara yang tidak jelas.Melawan penguasa dan menjadi penguasa adalah langkah terbaik dalam menjalankan kembali misi semula negeri yang tak ingin kenal dengan istilah konjugate yang menjadi tradisi tersembunyi yang hanya diketahui keluarga istana.
          Sebentar lagi kita akan menghadapi ini semua dengan segala cara dan kemampuan yang layaknya terlihat tidak mungkin untuk mengalahkan sebauh kerajaan yang telah terstruktur dengan baik setiap lininya.Tapi motivasi memperbaiki sampah ini menjadi sebuah emas adalah harga mati walaupun jantung taruhannya.

Let's start reading 'Konjugate' Novel start next week in http://novel-konjugate.blogspot.co.id/

No comments:

Post a Comment