
Memang begitu banyak nasehat yang pernah kita terima,begitu banyak orang yang pernah menasehati diri kita.Mulai dari orang yang sangat dekat degan kita,sampai dengan orang yang tidak kita kenal,tapi karena begitu pedulinya dengan kita dia mau menasehati kita dengan begitu tulusnya.
Memang wajar ditengah kesibukan kita yang terkadang membudakan,kita sering lupa dengan nasehat-nasehat itu.Bahkan tidak jarang juga kita terjerumus ke dalam jurang keburukan karena begitu gencarnya lingkungan menyuarakan keburukan itu.Terkadang keburukan yang kita lakukan bahkan bernilai biasa-biasa saja karena begitu banyaknya orang yang melakukan hal yang sama dengan kitaTapi apakah kita mau menjadi orang yang terus-terusan seperti ini?.Manusia dengan segala kehendak bebasnya yang telah diberikan oleh Tuhan memang bebas untuk memilih,mau menjadi baik atau buruk.Tapi alangkah baik dan bijaksananya bila jalan yang kita pilih adalah hasil kerja akal sehat kita yang bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk,dan bukan hasil dari perasaan kita yang tidak enak jika tidak ikut melakukan keburukan bersama sahabat atau teman-teman kita.
Oleh karena itu,disaat kita sudah memilih jalan yang baik dan telah memutuskan untuk meninggalkan jalan yang buruk,harus ada prinsip dan nasehat dalam diri kita yang membuat kita tidak goyah dan kembali menjalankan keburukan seperti yang dulu pernah kita lakukan.Dan nasehat yang paling mudah kita ingat dalam mempertahankan prinsip hidup kita untuk tetap berada pada jalan kebaikan adalah dengan mengingat kematian dan tempat terakhir kita kembali.
Memang sulit jika setiap harinya kita harus mengingat kata-kata mutiara/bijaksana dari orang yang pernah menasehati kita.Bahkan terkadang nasehat itu kurang efektif untuk menjaga diri kita,karena begitu dinamisnya masalah yang kita hadapi dalam kehidupan.Oleh karena itu mengingat kematian dan tempat terakhir kita adalah sebaik-baiknya nasehat yang mudah untuk diingat.
Coba kita bayangkan jika hari ini malaikat mengatakan kepada kita bahwa ini adalah hari terakhir kita untuk hidup,lalu apa yang saat ini kita lakukan?.Masihkah kita bermegah-megahanan dalam hidup? atau justru kita mau menjadi orang yang paling dermawan yang peduli dengan orang-orang disekitar kita.Coba kita bayangkan bahwa hari ini adalah hari terakhir kita untuk melihat kedua orang tua kita,lalu bagaimana sikap kita terhadap orang tua kita?Masihkah kita durhaka kepadanya? atau kita akan menjadi anak yang paling berbakti kepadanya pada hari ini.Coba bayangkan saat ini adalah hari terakhir kita untuk memeluk Islam,lalu bagaimana langkah kita?.Masihkah kita menjadi orang yang tidak peduli dengan agama kita? atau kita menjadi orang yang rela berjuang habis-habisan untuk menyuarakan kebaikan Islam yang saat ini telah dipandang sebagai agama yang keras dan tidak berperikemanusian?.Coba bayangkan dan bayangkan lagi.
Dalam keseharian kita jangan pernah kita lupakan bahwa kematian akan datang menghampiri kita.Jangan pernah lupa bahwa tempat ternyenyak kita nanti hanya beralasakan tanah dengan luas 2x1 meter saja.Jangan pernah nyaman dengan kendaraan anda saat ini,karena kendaraan kita nanti hanyalah amalan kebaikan kita yang bisa mengantarkan kita ke surganya Allah swt.
Kebanyakan orang saat ini telah banyak yang merasa bahwa mereka akan hidup selamanya.Karena kesehatan dan kegagahan yang mereka miliki,mereka lupa bahwa orang-orang yang saat ini terbaring di tanah adalah mereka yang berpikiran sama seperti orang saat ini yang berpikiran demikian.Kemewahan dan keamanan yang kita dapatkan saat ini telah memperdaya diri kita bahwa kematian masih sangat jauh untuk kita bayangkan.Sehingga wajar jika banyak diantara kita yang masih mau sejenak merasakan kenikmatan dunia yang paling lama hanya bertahan selama 60 tahun saja.Itupun bisa menjadi tidak sempurna ketika kita sudah berada pada usia tua dan tidak bisa melakukan segala hal yang kita suka.
Oleh karena itu mengingat kematian dengan sebaik-baiknya adalah nasehat yang paling mudah kita bawa dalam kehidupan kita.Dengan mengingat kematian,kita selalu memperhitungkan segala sesuatu yang akan kita lakukan.Kita tidak akan melakukan sesuatu yang tidak berguna di hari terakhir kita hidup.Allah telah mengatakan bahwa di hari akhir nanti banyak para pendosa yang ingin kembail sehari saja ke dunia untuk bisa melaukan kebaikan dan beribadah kepada Tuhan mereka(Q.S Al Faathir : 37).Oleh karena itu,setiap kita bangun dari tidur kita,anggaplah hari ini adalah hari terakhir kita.Jika hari ini adalah hari kita untuk bekerja di kantor,maka bekerjalah dengan baik dengan tidak saling menjatuhkan teman kantor kita dan tidak melakukan korupsi.Jika hari ini adalah hari kita untuk sekolah/kuliah,maka belajarlah dengan sebaik-baiknya.Jika hari ini adalah hari libur kita,maka manfaatkanlah waktu itu dengan hal-hal yang bermanfaat,bukan dengan menghambur-hamburkan harta dengan sesuatu yang tidak berguna dan melupakan kita dengan hari kematian kita.
"KEEP DOING GOOD,And REMEMBER YOUR LAST DAY"
No comments:
Post a Comment