Tidak ada manusia di dunia ini yang tidak ingin menjadi orang yang sukses.Termasuk manusia yang saat ini sedang melewati masa mudanya yang penuh dengan semangat dan gelora kesuksesan.Tapi kebanyakan pemuda saat ini tidak mempunyai strategi untuk mencapai kesuksesannya di dunia dan akhirat,sehingga kebanyakan dari mereka hanya mengikuti langkah kaki mereka tanpa punya tujuan yang jelas mau dibawa kemana langkah kaki mereka itu.Akibat dari tidak adanya strategi yang jelas dari para pemuda untuk mencapai kesuksesannya itu,mereka juga sangat mudah untuk masuk kedalam variable yang jelas-jelas bisa menjadi penghalang mereka untuk mencapai kesuksannya itu.
Pada kesempatan kali ini,penulis ingin menyampaikan beberapa variable yang bisa menjadi penghalang bagi para pemuda untuk mencapai kesuksesan,khusunya kesuksesan di dunia yang mungkin sebentar lagi banyak pemuda akan terjun untuk kesana,setidaknya mencari kesuksesan dunia yang juga akan mendukung kesuksesan mereka di akhirat.
Dan berikut adalah beberapa variable penghalang kesuksesan pemuda :
1.Pacaran
Mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita untuk melihat para pemuda dibawah umur yang masih jauh dari usia pernikahan untuk melakukan hubungan pacaran.Bahkan pelajar yang masih duduk di bangku SMP pun sudah banyak yang melakukan hubungan ini.Kebanyakan dari mereka hanya menyadari bahwa hubungan pacaran yang mereka lakukan saat ini hanyalah sebuah permainan,yang jika mereka tidak memainkan permainan ini mereka akan menjadi orang yang asing ditengah teman-teman mereka dan dianggap manusia yang hina/jelek karena tidak mempunyai seorang pasangan atau bahkan lebih.Tapi banyak juga yang beralasan bahwa mereka melakukan hubungan pacaran ini karena mereka benar-benar mencintai pasangan mereka dan kehidupan mereka akan terganggu jika pasangan mereka tidak bersamaa mereka,karena tidak ada lagi yang memotivasi atau menyemangati mreka disaat mereka sedang berhadapan dengan suatau masalah.
Dari alasan-alasan diatas kita dapat melihat bahwa alasan mereka untuk berpacaran bukanlah suatu alasan yang bisa dibenarkan,karena tidak sesuia dengan alasan yang benar bagi seorang untuk melakukan suatu hubungan berpacaran,yaitu untuk mengenal pasangannya lebih jauh lagi sebelum mereka memutuskan untuk memasuki dunia pernikahan,agar setelah mereka resmi menjadi pasangan suami-istri mereka tidak menyesal telah memilih pasangan mereka,sehingga tidak akan ada lagi peristiwa perceraian karena mereka telah menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah.
Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa pacaran adalah salah satu variable penghalang para pemuda untuk meraih kesuksesannya,karena saat mereka melakukan hubungan pacaran di usia yang tidak tepat atau masih jauh dari usia pernikahan yang seharusnya,hubungan mereka hanya menjadi penghambat mereka untuk meraih kesuksesan.Ini bisa terjadi karena saat kita sedang berada di dunia pendidikan atau dunia karir,kita hanya bisa menjadi orang yang sukses ketika kita memang benar-benar terfokus kepada masa depan kita dan melakukan segala hal yang bisa menjadi jalan kita untuk meraih kesuksesan,sehingga pacaran sama sekali bukan suatu hal yang bisa kita lakukan untuk jalan kita meraih kesuksesan,tapi hanya sebagai penganggu fokus kita untuk benar-benar melakukan segala hal yang bisa menjadi jalan kita untuk meraih kesuksesan.
2.Menganggap Masa Muda Hanya Untuk Bersenang-senang
Masa muda memang waktu yang paling tepat bagi kita untuk bersenang-senang,karena di masa inilah kita masih punya semangat dan tenaga yang baik untuk melakukan kesenangan duniawi.Selain itu dimasa ini kita juga belum mempunyai tanggung jawab yang besar yang membuat kita tidak bisa menikmati kesenangan duniawi lebih banyak lagi.Tapi ada dua hal yang dilupakan para pemuda saat menikamati kesenangan mereka di masa muda ini,yaitu : mereka lupa bahwa suatu saat nanti mereka akan tua dan mempunyai tanggung jawab yang besar dan mereka lupa bahwa setelah mereka mati nanti mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatan mereka yang dilakukan dimasa muda,karena di masa inilah mereka bisa berperan secara optimal bagi agamanya.
Dari penjelasan diatas kita dapat mengetahui bahwa masa muda ini bukan dihabiskan hanya untuk bersenang-senang saja,tapi lebih mengoptimalkan setiap jalan yang harus kita lalui untuk menggapai kesuksesan kita di dunia dan akhirat,karena jika kita hanya menggunakan masa muda kita hanya untuk bersenag-senang,kesenangan itulah yang pasti akan menjadi penghambat kita untuk terfokus pada jalan-jalan yang seharusnya kita lalui untuk mencapai kesuksesan,khususnya jalan yang hanya bisa dilalui saat usia kita masih muda,seperti : belajar,berperan dalam kemajuan agama,merancang karir kita dimasa depan,dll yang kesemuanya mungkin hanya bisa dioptimalkan saat usia kita masih muda karena kita masih mempunyai semangat dan tenaga yang besar.
3.Variable Pribadi
Selain dari 2 variable diatas,ada beberapa variable lagi yang bisa saja menjadi penghalang bagi kita untuk menggapai kesuksesan kita.Variable tersebut hanya bisa diketahui oleh diri kita sendiri.Karena penulis melihat bahwa jalan-jalan yang ingin dilalui pemuda dalam menggapai kesuksesannya sangat komplek dan beragam,sehingga ada beberapa variable penghalang yang hanya bisa diketahui oleh pemuda itu sendiri.
Tapi pada intinya variable yang bisa menjadi penghalang bagi kita untuk menggapai kesuksesan adalah variable-variable yang seharusnya kita tidak lakukan dimasa muda ini atau tidak mendukung sama sekali bagi jalan yang akan kita ingin lalui untuk menggapai kesuksesan kita.Biasanya variable menjadi penghalang adalah variable yang muncul dari hawa nafsu kita.Sehingga besar keinginan kita untuk melakukannya.Tapi jika kita lebih mengedepankan akal dibandingkan dengan perasaan kita,pasti kita akan dapat memikirkan lebih jauh lagi apakah variable ini akan mendukung kesuksesan kita atau malah menjadi penghalang kita untuk mencapai kesuksesan.