Tuesday, March 3, 2015

Ketika Rakyat Jadi Penonton Perkelahian Bocah

Rambut putih dengan songko di kepala
Berkata dengan lidah yang bergetar
Bukan bergetar karna takut
Tapi karena geram yang tak hentinya
Melihat konflik tuli yang tak pernah mendengar kebenaran
Dan haus dengan kekuasaan yang rela berdiri diatas kemiskinan
          Negeri ini bukan panggung konyol
          Yang setiap detik selalu menggelar drama
          Drama yang lebih seru dari siti nurbaya
          Tapi berujung sebuah kelaparan
          Dan sekelempok penonton yang bosan
          Bosan karena drama tak berujung kemenangan
          Dan hanya berujung klimaks yang berkepanjangan
Kami sudah kenyang makan janji pemimpin kami
Kami sudah tak haus lagi dengan derasnya air kebohongan
Kami sudah mapan dengan banyaknya koruptor kami
Jadi,jangan paksa kami lagi
Untuk menonton perkelahian anda yang seperti bocah
Untuk menahan lapar karena konflik bodoh anda
Dan untuk membela salah satu dari kalian
Kalian yang kami tidak tahu siapa yang benar
          Tolong tunjukan kalau kalian benar pejabat negara kami
          Kami tidak sudi punya pejabat yang gemar berkelahi
          Dan adu kuat dengan lidahmu yang tak pernah dirantai
Sudahi perkelahian anda
Dan kembali pikirkan kami
Kembali pikirkan kemajuan kota kami
Dan lanjutkan mimpi anda di ranjang anda yang nyaman

No comments:

Post a Comment