Sebuah mimpi tanpa tindakan yang nyata.Sebuah harap tanpa perilaku.Sebuah imajinasi tanpa data yang valid.Sebuah angan tanpa tali peretas kecepatan.Tanpa daya tanpa usaha berharap besar layaknya sebuah negeri konjugate yang bisa berhasil karena berlawanan dengan hukum alam yang benar.Berlawanan dari yang seharusnya dan menjadi sebuah yang biasa dilihat karena memang sebuah negatif adalah lawan dari yang positif.Yang bekerja keras dia yang dibawah.Dia yang banyak bersantai dan hanya punya modal segudang kertas merah dengan foto Soekarno-Hatta di depannya menjadi yang teratas dalam persaingan menjadi bintang di negeri yang gelap.Bukan sebuah sihir yang merebak dan menjadi budaya yang dihalalkan.Tapi sebuah perkara yang menjadi normal ketika masuk akal walaupun bersifat lemah dan mudah dipatahkan.Ketika birahi menjadi sebuah prioritas dan menjadi alasan untuk melakukan asusila dan melakukan sesuatu yang diharamkan raja yang benar tapi dikembangkan oleh raja yang dicintai rakyatnya karena sepemikirannya dia dengan nafsu rakyatnya.
Jika engkau berjalan dengan kepercayaan diri karena membawa sekantung emas yang indah engkau akan menjadi manusia paling didewakan dalam sebuah kacamata konjugate.Tidak membawa apa-apa adalah sebuah kesalah besar jika engkau berjalan diatas bata yang berlapiskan dengan kesombongan yang sangat terlihat indah dan menjadi perhiasan yang tak tergantikan ketika hari libur dimulai.Menjadi tempat yang paling pantas untuk berpose bersama gadis yang bahkan dia tak tau nama ibunnya.Menjadi tempat yang paling nikmat untuk bersantai sambil menunggu orang yang kelaparan datang dan mati didepannya.Sebuah pertunjukan kesenjangan yang sama sekali tidak dinilai sebagai sebuah pembunuhan berencana,yang direncanakan dengan segala ketidakpedulian kepada setiap kepala dengan topi lusuh yang tak pintar.
Bahagia diatas penderitaan orang lain adalah sebuah kewajiban yang bisa melengkapi nilai kebahagiaan itu.Mengajarkan anak-anaknya untuk bisa menang dalam sebuah perkelahian di sekolah adalah sebuah keharusan yang dilakukan oleh kedua kepala yang mengaku sebagai orang tua mereka,padahal mereka belum yakin kalau mereka adalah sekumpulan darah dan daging bersuara yang keluar dari perut yang tidak jelas arah airnya.
Semua berjalan dengan lancar,karena ini semua adalah sebuah perencaan yang matang dari sebuah otak konjugate yang tak lagi bisa diarahkan pola pikir liarnya.Berpandangan berlawanan dari apa yang seharusnya.Kebahagian adalah prioritas walaupun memenggal kepala orang lain adalah sebuah pilihan yang tak dianggap sebagai suatu yang tercela dan merendahkan manusia.Bukan manusia jika tidak bisa bersaing dengan liar dan egois yang tinggi.Ketidakseimbangan adalah tujuan awal yang kini telah menjadi tujuan akhir yang sebentar lagi akan diraih deng begitu mudahnya.Kesamaan kacamata konjugate raja dan rakyatnya menjadi titik temu dalam pencapaian keruskan yang dianggap sebagai kemajuan ini.Kemajuan yang bisa meninggikan martabat manusia karena menangnya dalam persaingan yang tidak memiliki peraturan untuk menang.
Semua seperti akan berakhir seperti ini.Tapi bukan tanpa harapan jika masih ada yang berpikir lurus dan benci dengan semua keruskan yang dikemas dengan kemajuan ini.Sebuah perkumpulan kepala yang tidak tergoda untuk memenangkan pertandinga dengan cara yang tidak jelas.Melawan penguasa dan menjadi penguasa adalah langkah terbaik dalam menjalankan kembali misi semula negeri yang tak ingin kenal dengan istilah konjugate yang menjadi tradisi tersembunyi yang hanya diketahui keluarga istana.
Sebentar lagi kita akan menghadapi ini semua dengan segala cara dan kemampuan yang layaknya terlihat tidak mungkin untuk mengalahkan sebauh kerajaan yang telah terstruktur dengan baik setiap lininya.Tapi motivasi memperbaiki sampah ini menjadi sebuah emas adalah harga mati walaupun jantung taruhannya.
Let's start reading 'Konjugate' Novel start next week in http://novel-konjugate.blogspot.co.id/
Mencoba Memberi Wawasan & Merubah Pandangan Walau Hanya Dengan Sekedar Coretan
Saturday, April 9, 2016
Friday, April 8, 2016
Nasehat Terbaik Penjaga Idealisme Pelaku Kebaikan

Memang begitu banyak nasehat yang pernah kita terima,begitu banyak orang yang pernah menasehati diri kita.Mulai dari orang yang sangat dekat degan kita,sampai dengan orang yang tidak kita kenal,tapi karena begitu pedulinya dengan kita dia mau menasehati kita dengan begitu tulusnya.
Memang wajar ditengah kesibukan kita yang terkadang membudakan,kita sering lupa dengan nasehat-nasehat itu.Bahkan tidak jarang juga kita terjerumus ke dalam jurang keburukan karena begitu gencarnya lingkungan menyuarakan keburukan itu.Terkadang keburukan yang kita lakukan bahkan bernilai biasa-biasa saja karena begitu banyaknya orang yang melakukan hal yang sama dengan kitaTapi apakah kita mau menjadi orang yang terus-terusan seperti ini?.Manusia dengan segala kehendak bebasnya yang telah diberikan oleh Tuhan memang bebas untuk memilih,mau menjadi baik atau buruk.Tapi alangkah baik dan bijaksananya bila jalan yang kita pilih adalah hasil kerja akal sehat kita yang bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk,dan bukan hasil dari perasaan kita yang tidak enak jika tidak ikut melakukan keburukan bersama sahabat atau teman-teman kita.
Oleh karena itu,disaat kita sudah memilih jalan yang baik dan telah memutuskan untuk meninggalkan jalan yang buruk,harus ada prinsip dan nasehat dalam diri kita yang membuat kita tidak goyah dan kembali menjalankan keburukan seperti yang dulu pernah kita lakukan.Dan nasehat yang paling mudah kita ingat dalam mempertahankan prinsip hidup kita untuk tetap berada pada jalan kebaikan adalah dengan mengingat kematian dan tempat terakhir kita kembali.
Memang sulit jika setiap harinya kita harus mengingat kata-kata mutiara/bijaksana dari orang yang pernah menasehati kita.Bahkan terkadang nasehat itu kurang efektif untuk menjaga diri kita,karena begitu dinamisnya masalah yang kita hadapi dalam kehidupan.Oleh karena itu mengingat kematian dan tempat terakhir kita adalah sebaik-baiknya nasehat yang mudah untuk diingat.
Coba kita bayangkan jika hari ini malaikat mengatakan kepada kita bahwa ini adalah hari terakhir kita untuk hidup,lalu apa yang saat ini kita lakukan?.Masihkah kita bermegah-megahanan dalam hidup? atau justru kita mau menjadi orang yang paling dermawan yang peduli dengan orang-orang disekitar kita.Coba kita bayangkan bahwa hari ini adalah hari terakhir kita untuk melihat kedua orang tua kita,lalu bagaimana sikap kita terhadap orang tua kita?Masihkah kita durhaka kepadanya? atau kita akan menjadi anak yang paling berbakti kepadanya pada hari ini.Coba bayangkan saat ini adalah hari terakhir kita untuk memeluk Islam,lalu bagaimana langkah kita?.Masihkah kita menjadi orang yang tidak peduli dengan agama kita? atau kita menjadi orang yang rela berjuang habis-habisan untuk menyuarakan kebaikan Islam yang saat ini telah dipandang sebagai agama yang keras dan tidak berperikemanusian?.Coba bayangkan dan bayangkan lagi.
Dalam keseharian kita jangan pernah kita lupakan bahwa kematian akan datang menghampiri kita.Jangan pernah lupa bahwa tempat ternyenyak kita nanti hanya beralasakan tanah dengan luas 2x1 meter saja.Jangan pernah nyaman dengan kendaraan anda saat ini,karena kendaraan kita nanti hanyalah amalan kebaikan kita yang bisa mengantarkan kita ke surganya Allah swt.
Kebanyakan orang saat ini telah banyak yang merasa bahwa mereka akan hidup selamanya.Karena kesehatan dan kegagahan yang mereka miliki,mereka lupa bahwa orang-orang yang saat ini terbaring di tanah adalah mereka yang berpikiran sama seperti orang saat ini yang berpikiran demikian.Kemewahan dan keamanan yang kita dapatkan saat ini telah memperdaya diri kita bahwa kematian masih sangat jauh untuk kita bayangkan.Sehingga wajar jika banyak diantara kita yang masih mau sejenak merasakan kenikmatan dunia yang paling lama hanya bertahan selama 60 tahun saja.Itupun bisa menjadi tidak sempurna ketika kita sudah berada pada usia tua dan tidak bisa melakukan segala hal yang kita suka.
Oleh karena itu mengingat kematian dengan sebaik-baiknya adalah nasehat yang paling mudah kita bawa dalam kehidupan kita.Dengan mengingat kematian,kita selalu memperhitungkan segala sesuatu yang akan kita lakukan.Kita tidak akan melakukan sesuatu yang tidak berguna di hari terakhir kita hidup.Allah telah mengatakan bahwa di hari akhir nanti banyak para pendosa yang ingin kembail sehari saja ke dunia untuk bisa melaukan kebaikan dan beribadah kepada Tuhan mereka(Q.S Al Faathir : 37).Oleh karena itu,setiap kita bangun dari tidur kita,anggaplah hari ini adalah hari terakhir kita.Jika hari ini adalah hari kita untuk bekerja di kantor,maka bekerjalah dengan baik dengan tidak saling menjatuhkan teman kantor kita dan tidak melakukan korupsi.Jika hari ini adalah hari kita untuk sekolah/kuliah,maka belajarlah dengan sebaik-baiknya.Jika hari ini adalah hari libur kita,maka manfaatkanlah waktu itu dengan hal-hal yang bermanfaat,bukan dengan menghambur-hamburkan harta dengan sesuatu yang tidak berguna dan melupakan kita dengan hari kematian kita.
"KEEP DOING GOOD,And REMEMBER YOUR LAST DAY"
Subscribe to:
Comments (Atom)