Tuesday, January 19, 2016

Sang Risalah

Satu setengah abad lalu
Gunung gunung bernafas lega
Juga angin
Menari diatas kemuliaan

Menyendiri dalam gua
Gelap,hitam,berteman dengan kesunyian
Mencari benang putih
Yang bisa menjahit hatinya

Kemudian turun jibril
Yang buat seluruh tubuhnya menggigil

Tapi Tuhan berkata
Bangkitlah !
Dan agungkan Tuhanmu

Penyihir,orang gila ataupun penyair
Adalah fitnah yang jadi makanan hariannya
Tapi,tegar adalah pilihannya
Demi misi yang kan membuat perubahan

Bermodal akhlak,intelegensi
Dan kejujuran yang tak bertirai
Batu besar jadi sebuah kemuliaan
Yang membuat dunia selalu siang
Terang dan jelas terlihat kebenaran

Syukur adalah kata yang paling layak
Karena dia
Ruku,sujud,adalah sebuah kenikmatan
Yang akan terus kita kumandangkan
Ditengah rusaknya zaman

Thursday, January 14, 2016

Hidup Kita Hanya 1/17 Hari

        
          Assalamualaikum wr.wb
     Waktu terus berjalan,hari terus berganti dan harapan demi harapan barupun terus bermunculan.Segala kesibukan yang kita lakukan saat ini tidak lain dan tidak bukan hanya untuk mengejar kehidupan duniawi kita.Jika kita tanya satu persatu mahasiswa yang sekarang menuntut ilmu di  Fakultas Kedokteran,apa tujuan mereka belajar sampai begitu kerasnya?-Kebanyakan mereka pasti akan menjawab tujuan mereka adalah untuk menjadi seorang dokter yang sukses,sehingga bisa menghasilkan materi(harta) yang banyak,sehingga bisa memebahagiakan kedua orang tuanya & dirinya sendiri tentunya.Jika anda bertanya kepada mahasisiwa/pelajar sekolah di tempat lainnya atau bahkan kepada seorang karyawan yang sudah bekerja di sebuah perusahaan,apa yang dia kejar dan apa tujuannya hingga mau berusaha sekeras itu?-Mayoritas jawaban mereka pasti berujung pada sebuah kesuksesan,yang salah satu indikator kesuksesan bagi mereka adalah punya materi yang banyak sehingga bisa memberikan kebahagiaan kepada diri mereka sendiri dan kepada orang-orang yang mereka cintai tentunya.
     Kesibukan demi kesibukan yang kita lakukan saat ini memang hampir kesemuannya berujung pada kebahagiaan dunia.Tapi pernahkah kita sadar bahwa kebahagaian di dunia itu tidak memiliki kebahagiaan yang bernilai mutlak(100%).Dalam sebuah wawancara & penelitian kepada pelajar SMK & SMA yang dilakukan oleh mahasiswa dari Surabaya menunjukan bahwa kebahagian yang kita rasakan dari kita lahir sampai umur 60 tahun(asumsi usia manusia rata-rata) hanya berkisar 25% dan sisanya perasaan netral 50% & perasaan duka 25%.Jika dilihat dari penelitian tersebut,memang hampir semua orang setuju bahwa kebahagian di dunia itu hanya bernilai kecil dibandingkan dengan perasaan netral yang lebih sering kita rasakan.Karena saat kita ingin mendapatkan kebahagiaan,kita harus melakukan usaha demi usaha yang di dalam usaha tersebut pasti terkandung perasaan netral bahkan duka yang harus kita rasakan.Bahkan orang kaya sekalipun yang kehidupannya serba mewah dan segala apa yang dia inginkan bisa terwujud,belum tentu nilai kebahagiannya lebih besar ketimbang perasaan netralnya.Karena pada hakikatnya segala sesuatu yang kita lakukan terus menerus atau sangat sering kita dapatkan pasti lama kelamaan akan bernilai netral.Bahkan ada juga orang kaya yang serba kecukupan malah merasakan perasaan duka disaat ia merasakan suatu kekosongan dalam dirinya hingga tidak menemui sebuah kebermaknaan dalam dirinya dan ada juga yang berujung pada bunuh diri karena memang dia sudah tidak tahan lagi dengan hidupnya yang selalu kosong dan tidak memiliki nilai yang jelas.(exp : Kurt Cobain).
     Dari realitas diatas kita dapat melihat bahwa pada hakikatnya kebahagiaan di dunia tidak bernilai besar,bahkan didalmnya bisa bernilai penderitaan saat kita sedang mengejar dan berusaha mendapatkan kebahagiaan tersebut.Tapi juga bukan berarti kita tidak boleh merasakan kebahagiaan di dunia.Tapi penulis ingin menyampaikan bahwasanya kebahagiaan di dunia itu tidak bernilai besar,hingga kita tuhankan bahkan hingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.Karena pada hakikatnya kita hanya hidup 1/17 hari di dunia ini.Allah SWT berfirman dalam surat Al Hajj ayat 47 :

          "Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. "

Di ayat tersebut Allah menjelaskan kepada kita bahwa sehari disisi-Nya atau bisa juga di tafsirkan sebagai sehari di alam akhirat itu sama dengan 1000 tahun dalam perhitungan kita di dunia.Jika kita asumsikan usia manusia rata-rata hanya mencapai usia 60 tahun,berarti hidup kita di dunia hanya 1/17 hari di perhitungan akhirat.Bahkan Allah juga berfirman dalam surat An Naa'ziaat ayat 46 :

          "Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari." 

Allah menerangan lagi dalam ayat tersebut bahwa nanti saat kita dibangkitkan,kita hanya merasa hidup di dunia seperti pada waktu pagi/sore hari saja.Waktu yang sangat-sangat sebentar tentunya.
    Coba kita renungkan bersama,saat kita dibangkitkan nanti kita benar-benar merasa hidup sebentar saja di dunia dan saat kita dimintai pertanggungjawaban atas segala sesuatu yang kita perbuat di dunia,kita sama sekali tidak memikirkan bahwa hari kebangkitan itu benar-benar terjadi dan kita sama sekali belum mempersiapkan untuk kehidupan akhirat kita yang jelas-jelas jika kita mempersiapkan ini di dunia dengan sungguh-sungguh dan sedikit pengorbanan pastilah kita termasuk orang-orang yang beruntung dengan mendapatkan kebahagiaan yang bernilai mutlak(100%) di Syurganya Allah SWT.
     Lalu apalagi yang kita banggakan dengan kehidupan dunia kita yang hanya berkisar 1/17 hari ini?.Masikah kebahagian dunia menjadi tujuan utama kita.Sudahkah kedudukan Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang pantas kita sembah dan kita jadikan tujuan hidup tergantikan oleh tipu daya dunia yang bahkan tidak bisa memberikan kebahagiaan yang bernilai mutlak?.Apakah kita lupa bahwa suatu hari nanti kita akan dimatikan dan segala yang kita lakukan saat ini akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT?.
     Sudahlah teman,sudah saatnya kita kembali menjadi seorang Muslim yang menjadikan Allah sebagai satu-satunya Tuhan.Jadikan ilmu,pekerjaan dan harta yang kita miliki sekarang sebagai langkah kita untuk mendapatkan kebahagiaan yang besar di sisi Allah.Bukan tidak boleh bahagia di dunia,tapi kita posisikan kebahagian di dunia sebagai sesuatu yang tidak kita utamakan ketimbang menjadi hamba Allah yang taat.Mari kita fokuskan segala tujuan kita hanya Allah SWT.Jika sudah demikian kapanpun dan dimanapun kita,kita akan siap jika sewaktu-waktu malaikat izrail menjemput kita dan teman-teman kita bersedih karena kehilangan seorang yang benar-benar totalitas dalam membangun peradapan Islam dan Lilahi taa'la tentunya.

"Allah adalah tujuanku.Dunia adalah ladangku untuk mendapat Ridhonya."

Friday, January 8, 2016

KAMPUS : "Disaat Kebebasan Membutuhkan Kedewasaan"

          
          Masih teringat ketika  SMK dulu aku melihat teman-temanku yang datang terlambat,lalu mereka semua mendapat hukuman dari guru dan satpam sekolah untuk jalan jongkok atau sekedar push up 10x.
          Tapi setelah aku masuk kuliah,pemandangan itu tidak akan terlihat lagi.Semua yang ada di kampusku adalah sebuah kebebasan yang bertanggung jawab dan tidak melawan etika dan asusila.Tapi terlambat datang ke kampus merupakan hal yang biasa dan bahkan menjadi budaya yang sudah mengakar.Tidak ada rasa malu atau jemu ketika mereka datang terlambat untuk ke sekian kalinya dan mendapat teguran dari dosen.Memang tidak semua mahasiswa melakukan hal buruk ini.Mungkin hanya mahasiswa yang baru merasakan nikmatnya tidak dihukumlah yang sering melakukan hal buruk ini.
          Budaya terlambat adalah salah satu dampak dari kebebasan yang diberlakukan di kampus.Memang benar,ada beberapa kampus yang memberlakukan sistem kompensasi.Dimana saat mahasiswa itu terlambat,setiap menitnya akan dikalikan 2/lebih dan hasil waktunya adalah lama waktu yang harus ia gunakan untuk melakukan pengabdian kepada kampus dengan bersih-bersih kampus atau melakukan perbaikan kampus lainnya.Tapi memang karena lingkup kampus yanng tidak terlalu luas dan saking banyaknya mahasiswa yang mendapat kompensasi.ini membuat pekerjaan yang ia dapatkan saat masa kompensasi sangatlah ringan dan tidak membuat kejeraan.Dan saat itulah kampus berkata : "welcome to the freedom area".
         Pada dasarnya seorang mahasiswa adalah seseorang yang berusia cukup dewasa dan bisa menjaga dirinya sendiri,karena mereka juga sudah tau dan dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah.Tapi entah kenapa masih banyak saja mahasiswa yang masih belum berjiwa dewasa dan bahkan masih berperilaku kekanak-kanakan.Tapi tidak sedikit juga mahasiwa yang sudah dapat berperilaku dewasa dan bahkan bisa jadi panutan bagi masyarakat.Jika kita sering melihat di TV banyak mahasiswa yang sering berdemo di depan Istana Negara atau gedung DPR,itu adalah sebagian kecil dari mahasiswa yang sudah berpikir kritis dan mau berbuat untuk bangsanya.Meskipun kepedulian kepada bangsanya tidak hanya bisa ditunjukan lewat demo,tapi mereka sangat menunjukan bahwa mahasiswa adalah seorang yang dewasa dan dapat berpikir kedapan dan peduli kepada sesamanya.
         Menyampaikan pendapat lewat demo pun sebenarya adalah sebuah kebebasan untuk berpendapat.Jika saat sekolah menengah kita hanya ikut aturan sekolah dan tidak bisa mengkritik peraturan itu walaupun memang benar terdapat kesalahan di peraturan itu,tapi saat kita menjadi mahasiswa mengkritik dan memberi saran dengan cara yang baik dan diplomasi adalah suatu hal yang wajar bahkan jadi kewajiban bagi mahasiswa untuk menjadi kritikus yang baik bagi setiap pemimpinnya.
          Memang masih banyak lagi kebebasan-kebebasan yang bisa kita lihat di kampus-kampus pada umumnya.Dari kebebasan itu ada yang menghasilkan sebuah kebaikan dan ada juga yang menghasilkan sebuah keburukan.Maka dari itu setiap kebebasan yang diberikan pihak kampus kepada setiap mahasiswanya,harus bisa disikapi secara dewasa juga oleh setiap mahasiswanya.Agar tujuan dari pendidikan yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menghasilkan generasi yang cemerlang bisa terwujud dengan sebaik-baiknya tanpa harus dinodai oleh sikap mahasiswa yang tidak dewasa dan mengasilkan sebuah gradasi moral yang justru malah menjadi beban negara karena memiliki banyak generasi muda yang tidak bisa ikut serta dalam perbaikan negara.

#HidupMahasiswa
#HidupRakyatIndonesia