Dalam teknologi mesin motor kita mengenal beberapa istilah 'DOHC' dan juga 'SOHC'. Namun bagi sebagian besar konsumen sepeda motor belum mengetahui apa kedua istilah tersebut. Berikut penjelasan singkat yang diambil dari Welovehonda, Kamis (04/07)
DOHC adalah singkatan dari Double Overhead Camshaft atau 'kem' yang punya over head ganda. mudahnya, dalam satu piston ada dua pasang over head sehingga mesin mempunyai empat klep, dimana dua klep mengatur masukan bahan bakar dan dua klep lainnya mengatur keluaran gas buang. Mesin jenis ini juga menggunakan dua noken as yang nangkring pada kepala silinder.
Dengan jumlah klep dua kali lebih banyak, tenaga yang dihasilkan otomatis lebih besar, karena pengaturan penyaluran bahan bakar ke mesin dan penyaluran gas buang ke knalpot lebih akurat. Kebanyakan DOHC juga mendatangkan kitiran mesin (RPM) lebih tinggi. Letak klep yang lebih baik mengoptimalkan set up yang memaksimalkan pula performa mesin.
Meski begitu, kekurangannya tetap ada, harga pembuatan dan perbaikan mesin DOHC lebih mahal. Suku cadang lebih banyak bisa jadi masalah lain, apalagi tidak semua mekanik diIndonesia bisa dengan baik menyetel ulang klep mesin DOHC. Untungnya, mesin jenis ini tidak perlu terlalu sering disetel ulang klepnya.

Kelemahan lainnya, lebih boros bahan bakar, karena kebutuhan mesin akan bahan bakar juga lebih banyak. Disamping itu bobot mesin DOHC juga lebih berat.
Sementara untuk mesin Sementara mesin Single Over Head Camshaft (SOHC) hanya punya sepasang over head. Dengan kata lain mesin ini memiliki dua klep, satu untuk mengatur masukan bahan bakar dan satu lagi untuk mengatur keluaran gas buang. Dan hanya memiliki satu noken as.
Singkatnya, SOHC bertorsi lebih baik pada putaran rendah karena lebih ringan (memutar mesin) dan sebaliknya DOHC menghasilkan torsi lebih rendah karena lebih berat. Namun pada pada kecepatan tinggi, torsi mesin DOHC akan lebih baik. Itulah untung-ruginya. Bila jumlah klepnya sama, SOHC memiliki low-end torque lebih baik sementara DOHC memiliki top-end power lebih tinggi.
Min, saya mau nanya.
ReplyDeleteApabila camshaft di papas, apakah berpengaruh pada tarikan motor, dan apakah dapat membuat motor itu boros ?? Dan apaka
TOLONG DI JAWAB !!!
Salah satu cara yang biasa dilakukan untuk bikin motor kenceng alias menambah performa motor adalah dengan melakukan papas noken as atau bubut noken as. Dengan merubah pola, sudut, & tinggi noken as
Deletemaka fungsi buka –tutup klep intake dan exhaust bisa diatur supaya sesuai dengan waktu yang diinginkan.
Maka lewat papasan atau bubut noken as ini kita bisa mengubah performa motor secara signifikan.
Noken as atau camshaft memang salah satu rahasia korekan motor 4tak. Namun harus dipahami dulu dasar mesin dan filosofi nya mengapa sampai kita harus melakukan custom noken as dari sebuah mesin. Noken as sebagai pengatur suplai bbm masuk ke ruang bakar,tentunya di ruang bakar
akan kita jumpai istilah kompresi rasio, diameter piston, stroke, maen rpm brp dan diameter klep
atau valve. Meng-custom noken as tidak asal main grinding sana sini. Berapa lift dan durasi sangat erat kaitannya dengan perbandingan kompresi, diameter piston, valve, porting serta perlu
diperhatikan juga akan menggunakan karbu berventuri berapa.
Noken as memang bias mendongkrak power
motor jadi lebih hebat itu
benar … Tapi mesti
diketahui juga, ini jika
mesin memang
membutuhkan lebih.
Namun apabila mesin
ternyata sudah merasa
cukup, lalu anda custom..
Maka yang terjadi
bukannya peningkatan
power, malahan
penurunan power …
Satu lagi yang perlu juga
kita perhatikan adalah
dampak pemakaian.
Maksud dari dampak
pemakaian disini, noken
as akan terkikis kisaran
nol-koma sekian mili
akibat pemakaian.
Keausan ini diperparah
jika anda memakai per
klep yg terlalu keras, dan
kualitas oli yg buruk. Tapi
selama kualitas oli baik
dan per klep tidak terlalu
keras (kecuali utk even
drag ato race) maka,
noken as tetap terjaga
keawetannya.
Dan apakah berpebgaruh terhadap kompressi mesin ??
ReplyDelete