Friday, August 14, 2015

Refleksikan Peranan Kita dalam Kedewasaan Bangsa Indonesia

                                                                        
          17 Agustus 1945 adalah hari kemerdekaan negara tercinta kita.Sebentar lagi hari yang bersejarah itu akan terulang lagi,dan akan banyak cara bagi kita untuk memperingatinya.Apapun yang kita lakukan untuk memperingati hari kemerdekaan ini,pasti tidak lepas karena kecintaan kita dengan bangsa ini.Tapi entah mengapa,perasaan nasionalis itu hanya berlangsung sebentar saja di hati kita.Mungkin karena seringnya kita temui hiasan bendera merah putih di sepanjang jalan,perasaan kita jadi mendadak nasionalis.Atau mungkin karena kebanyakan acara di televisi kita yang bertemakan nasionalisme,sehingga semangat kita pun ikut terkobar juga untuk memiliki nilai kebermanfaatan yang lebih bagi bangsa ini.Lalu bagaimana kalau bendera itu dicopot dan acara di televisi tentang kemerdekaan itu tidak disiarkan lagi?.Apakah kita akan berhenti mencintai bangsa ini?.Apakah kita akan kembali menjadi orang yang seharusnya tidak hidup di negara ini?.
          Coba kita renungkan bersama.Apakah perilaku kita selama ini menunjukan bahwa kita adalah Warga Negara Indonesia yang baik?.Apakah kita pantas merayakan hari kemerdekaan bangsa ini,padahal sehari-harinya kita hanya menambah beban bangsa ini?.Kita mungkin hanya bisa menyalahkan pemimpin-pemimpin bangsa ini yang juga sering melakukan perbuatan yang merugikan bagi bangsa ini.Tapi kita lupa bahwa kita masih belum bisa berbuat apa-apa untuk bangsa ini.Mungkin juga kita sering mempertanyakan kinerja petinggi bangsa ini yang belum bisa memberikan perubahan yang baik untuk bangsa ini.Tapi kita lupa bahwa kita masih enggan menuntut ilmu untuk memperbaiki bangsa ini.Maka dari itu,lawanlah lupa itu.
          Tidak ada yang bisa disalahkan dalam masalah ini.Jika kita hanya bisa menyalahkan dan menjatuhkan,kita tidak akan bisa melihat potensi bangsa ini dengan mata terbuka.Tanpa adanya sikap terbuka dan mau menerima setiap potensi yang ada di bangsa ini,kita tidak akan bisa menjadi bangsa yang maju dan menjadikan setiap kekurangan kita sebagai suatu keindahan.
          Negara ini tidak didirikan dengan rasa egois dan saling menyalahkan.Tetapi negara ini didirikan dengan semangat persatuan dan mau menerima perbedaan.Perbedaan yang dulu menjadi kelemahan kita untuk mudah di adu domba oleh para penjajah,justru saat kita telah sadar akan semangat persatuan,perbedaan ini bisa menjadi kekuatan kita untuk membangun bangsa ini dengan kelingking kita sendiri.Ribuan suku di Indonesia yang berbeda-beda,juga turut membedakan setiap potensi di setiap daerahnya.Jika semua potensi dari daerah yang berbeda-beda itu bisa kita persatukan,pastilah saat ini kita sudah menjadi bangsa yang sangat maju.Seluruh kebutuhan sandang,pangan,papan,kesehatan,pendidikan dan hal lainnya pastilah bisa kita penuhi sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihan yang kita punya.Sangat mudah untuk membuat orang menjadi ahli di bidang sesuatu,tapi yang sulit adalah membentuk setiap karakter di bangsa ini agar menjadi karakter-karakter yang baik dan punya niat yang besar untuk memiliki nilai kebermanfaatan yang tinggi untuk bangsa ini.Karena negara-negara yang saat ini sudah maju,bukan hanya didirikan oleh otak-otang yang cerdas,tapi juga didirikan oleh karakter-karakter yang baik dan mau menyatukan segala perbedaan.
          Mungkin sudah banyak juga yang menyadari kelemahan kita saat ini adalah persatuan kita yang dulu pernah dibangga-banggakan,kini hanya menjadi sebuah dongeng di setiap buku pelajaran kita.Kita masih terlalu sibuk mencari kebahagian masing-masing,tanpa berpikir bahwa kita adalah satu negara yang seharusnya saat ada saudara kita yang sakit dan ditimpa bencana,kita turut merasakan sakitnya juga.Bukan hanya sekedar merasakan,tapi kita mau menunjukan rasa sakit itu dengan sedikit menghilangkan rasa sakitnya agar negara kita tidak semakin menjadi rapuh.Karena negara yang sakit itu bukan menjadi masalah yang besar saat negara itu menyadari penyakit mereka.Tapi itu bisa menjadi masalah yang besar saat negara itu sakit,tapi negara itu tidak menyadari bahwa mereka sedang sakit,sehingga tidak ada usaha dari mereka untuk menyembuhkan penyakit itu.
          Kini usia kebebasan kita telah mencapai 70 tahun.Butuh berapa lama lagi kita untuk memperbaiki bangsa ini.70 tahun yang lalu kita mengikrarkan kebebasan negara kita,tapi 70 tahun yang lalu Jepang dilumpukan dengan bom ataom oleh Amerika.Tapi lihatlah sekarang!.Apakah kita perlu dijajah lagi dan merasakan penderitaan untuk menjadi bersatu dan saling berpegangan tangan untuk membangun bangsa ini?.Ayolah kawan,sudah terlalu lama kita bersilat lidah bermimpi di ladang yang gersang.Kini saatnya kita kembali rapatkan barisan dan satukan segalanya untuk menjadi yang lebih baik.

#70 Tahun Indonesia
#Salam Semangat Persatuan dan Perubahan

Saturday, August 8, 2015

Mengapa Nabi Muhammad Saw. Masih Terus Sholat Walau Sudah Dipastikan Masuk Surga ?

        
           Assalamualaikum Wr Wb
     Semua orang muslim pasti tahu kalau ibadah sholat adalah ibadah yang diwajibkan bagi seluruh umat muslim yang taat kepada Agamanya.Tapi entah mengapa di zaman yang modern ini semakin sedikit orang yang mau menjalankan ibadah sholat ini dengan sepenuh hati dengan menjalankan 5 waktu sholat setiap harinya.Padahal Nabi Muhammad Saw. yang merupakan utusan terakhir Allah di muka bumi ini yang ditugaskan untuk berdakwah dan menyampaikan ketauhidan adalah orang yang sangat memerlukan untuk melakukan ibadah sholat.
     Mungkin bagi kita yang awam,kita sering bertanya-tanya ketika ada seorang pendakwah yang berkata bahwa Nabi Muhammad Saw. masih sering melakukan sholat walaupun ia sudah dipastikan masuk surga oleh Allah Swt.Mungkin kita juga bingung untuk apa Nabi Muhammad Saw. sholat kalau ia sudah dipastikan masuk surga.Mengapa Ia tidak fokus saja pada perbaikan masyarakat Arab yang ditugaskan kepadanya saat ia menjadi seorang Rasul ?
     Dan berikut adalah jawabannya :
     Perintah sholat sendiri baru ada ketika Nabi Muhammad sedang mengalami masa-masa kelam dalam hidupnya,yaitu saat ia ditinggal oleh istrinya Khadijah dan pamannya Abu Thalib.
Istrinya adalah orang yang selama ini memberikan semangat lebih kepada Nabi Muhammad saat ia berdakwah,sekaligus menjadi orang yang mendukung dakwah Nabi Muhammad lewat hartanya,sehingga ini sangat membantu perekonomian Nabi Muhammad dalam fokus berdakwah dan membangun Islam dengan bantuan hartanya.Sebelum menjadi seorang Rasul,Nabi Muhammad juga seorang pedagang yang suskes dan mungkin bisa dikatakan sangat kaya di Arab saat itu.Tapi ketika Ia diangkat menjadi seorang Rasul Ia memahami bahwa tugas untuk berdakwah lebih prioritas ketimbang melanjutkan bisnisnya yang mungkin hanya bisa memberikan kebahagiaan sementara di dunia untuknya.Sehingga,saat itu juga ia memilih untuk fokus berdakwah dan bisnisnya yang sebelumnya ia lakukan berdua dengan Khadijah,kini tinggal Khadijah yang fokus untuk melanjutkan bisnisnya yang berfungsi untuk menunjang perekonomiaanya untuk membangun Islam.Bahkan harta dari bisnis mereka sudah banyak sekali yang Nabi Muhammad infaqan untuk kemajuan agama Islam.Sehingga saat Khadijah meninggal,itu merupakan pukulan yag sangat mendalam bagi Nabi Muhammad saat itu,karena orang yang selama ini membantu dakwahnya dengan bantuan harta sudah dipanggil Allah.
     Selain Istrinya,di waktu yang hampir bersamaan,pamannya Abu Thalib yang selama ini melindungi Nabi Muhammad agar tidak dibunuh oleh orang kafir juga meninggal dunia.Abu Thalib adalah pemimpin dari banu Hasyim yang merupakan banu Nabi Muhammad juga.Sehingga tidak ada orang yang berani membunuh Nabi Muhammad saat Abu Thalib masih mau melindungi Nabi Muhammad.Tapi ketika Abu Thalib meninggal sudah dapat dipastikan bahwa semakin banyak orang kafir yang mau membunuh Nabi Muhammad.
     Disaat yang hampir bersamaan itu Nabi Muhammad kehilangan dua sosok yang selama ini sangat membantu dakwahnya,yang pertama ia ditinggal istrinya yang membantu dakwahnya dengan hartanya dan ia juga ditinggal oleh pamannya yang selama ini telah melindunginya selama berdakwah agar tidak dibunuh oleh orang-orang kafir.Sehingga sudah jelas bagaimana perasaan Nabi Muhammad saat itu yang hampir putus asa dalam berdakwah.
     Dan pada masa-masa kelam itulah Allah memanggil Nabi Muhammad untuk mengambil perintah sholat.Perintah sholat ini seperti jawaban dari Allah atas kesedihan yang mendalam oleh Nabi Muhammad,bahwa walaupun ia ditinggalkan oleh istri dan pamanya,ingatlah bahwa masih ada Allah yang tidak akan meninggalkanmu (Nabi Muhammad) dalam perjalanan dakwah ini.Oleh karena itu,ibadah sholat ini sangat dimaksimalkan oleh Nabi Muhammad sebagai media peningkatan spiritiualnya dan tempat untuk meminta pertolongan kepada Allah atas segala kesulitan yang ia hadapi selama berdakwah.
     Itulah sebabnya kenapa Nabi Muhammad masih terus melaksanakan sholat walaupun ia sudah dipastikan masuk surga.Karena Nabi Muhammad melihat sholat ini bukan semata-mata kewajiban yang harus ia lakukan,tapi lebih dari itu,Nabi Muhammad sangat memerlukan sholat ini untuk terus menguatkan semangatnya dalam berdakwah dan meningkatkan spiritualnya bahwa satu-satunya Illah yang pantas ia sembah dan dijadikan alasannya untuk mati adalah Allah Swt.
     Dalam sholatnya Ia sering menangis,ia sering merefleksikan surat-surat yang ia baca dalam sholatnya.Ia juga sering melakukan ruku dan sujud dalam waktu yang cukup lama.Ia juga sangat khusyuk dalam sholatnya.Semua yang Ia lakukan dalam sholatnya adalah kebutuhannya,sehingga sudah sangat wajar jikalau kualitas sholat Nabi Muhammad sudah sangat baik.Manfaat dari sholat Nabi Muhammad benar-benar terasa sekali setelah ia selesai melakukanya.Sehingga sudah sangat wajar jika Ia masih terus konsisten dalam dakwahnya hingga akhir hayatnya,karena selama berdakwah dan melewati masa-masa yang sangat sulit serta menghadapi masalah yang besar,Ia selalu ingat bahwa masih ada Tuhan Yang Maha Besar yang bisa ia jadikan alasan untuk terus berjuang di jalan dakwah ini.Dan spiritual yang sehebat itu tentu tidak ia dapat dengan cuma-cuma atau karean ia seorang Rasul Allal,tapi spiritual yang hebat itu ia dapat dari sholatnya yang sangat luar biasa juga,karena sekali lagi ia tidak memandang sholat sebagai kewajibannya,tetapi Ia memandang sholat adalah kebutuhannya untuk tetap menjaga spiritualnya tetap dalam taraf yang tinggi.