Sunday, April 12, 2015

'Burung Garuda' : Karakter Bangsa yang Tak Lagi Bersuara


1.KETUHANAN YANG MAHA ESA
2.KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
3.PERSATUAN INDONESIA
4.KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/ PERWAKILAN
5.KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA


     Mungkin bisa kita pastikan bahwa seluruh pejabat negara saat ini sudah hafal dengan teks Pancasila diatas.Bahkan anak sekolah yang masih duduk di bangku SD pun sudah banyak atau mungkin semuanya telah menghafal Pancasila.Tapi sadar atau tidak sadar sekarang kita hampir tidak pernah mendengar lagi suara ketegasan dari burung yang menjadi karakter bangsa kita ini.Karakter bangsa yang menjadi simbol dari negara kita ini akan selalu dipasang di baju para atlit Indonesia yang bertanding untuk membela negaranya.Tapi saat ini burung garuda semakin terlihat sebagai lambang semata yang hanya dipasang di baju para atlit atau dipajang di ruangan-ruangan resmi di negara kita,seperti : ruangan disekolah,ruangan di kantor kepemerintahan,ruangan rapat anggota DPR,dan ruangan lainnya yang notabennya adalah ruangan formal.
     Seiring berjalannya waktu,burung yang kita cintai bersama karena telah menyatukan rakyat Indonesia ini,perlahan mulai kehilangan suaranya yang sangat tegas dan anti dengan perpecahan dan individualisme.Para petinggi negara yang seharusnya menghargai jasa para pahlawan terdahulu yang susah payah untuk menyatukan bagsa ini,malah seakan-akan melupakan satu aset penting negara yang saat itu menjadi karakter rakyat Indonesia yaitu Pancasila yang kesemua silanya tergambar jelas di dada burung garuda. Oleh karena itu sudah tidak asing lagi jika saat ini kita banyak melihat penyelewengan-penyelewengan yang terjadi karena memang sudah tidak berdasar pada Pancasila lagi.
     Selain itu juga masih banyak lagi peristiwa-peristiwa buruk yang terjadi karena kebanyakan petinggi negara saat ini atau rakyat Indonesia lainnya yang sudah tidak mempunyai karakter Indonesia yang sesungguhnya yang tergambar dalam Pancasila.Dan berikut ini adalah beberapa hal/peristiwa yang bisa saja terjadi akibat kita sudah tidak berdasar lagi pada Pancasila yang notabennya adalah karakter bangsa kita yang telah lami kita akui sebagai pemersatu bangsa kita :

A.Penyelewengan Sila 1 (Ketuhanan Yang Maha Esa)
  1. Segala perilaku kita tidak didasari karena keimanan kepada yang Maha Esa,sehingga banyaknya terjadi hal-hal yang dilarang agama,seperti : Korupsi,Kolusi,Nepotisme,perzinaan,dll.
  2. Mulainya luntur karakter beragama.Ini bisa dilihat dari banyaknya orang Indonesia yang seakan-akan memisahkan antara urusan dunianya dengan agamanya.
  3. Banyaknya rakyat Indonesia yng menggunakan pakaian yang tdai layak digunakan oleh orang yang beragama,karena terlalu menunjukan auratnya.
B.Penyelewengan Sila 2 (Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab)
  1. Sangat banyaknya peristiwa pencurian,perampokan,pembegalan atau yang lainnya yang sudah sangat tidak manusiawi,karena sangat tega menghabisi korbannya dengan cara yang sadis. 
  2. Banyaknya hukuman-hukuman yang dijatuhkan sudah tidak memenuhi dari kata adil lagi bagi sesama manusia.Karena koruptor yang mencuri harta negara seharga milyaran hukumannya hampir sama atau bahkan lebih ringan dari Nenek Asiyah yang dijatuhi hukuman hanya karena mencuri 5 batang kayu jati.
  3. Hilangnya budaya sopan santun dan beradab dari Indonesia.Sangat banyak sekali contohnya yang sering kita lihat di televisi atau di kehidupan kita sehari-hari.
C.Penyelewengan Sila 3 (Persatuan Indonesia)
  1. Sangat mudahnya terjadi perpecahan karena hanya berbeda pendapat atau berbeda latar belakang parpol/organisasi.
  2. Tidak adanya persatuan dalam pemerintahan,sehingga sulit untuk menjalankan program kerakyatan hanya karena masih mengedepankan kepentingan golongannya ketimbang dengan kepentingan bangsanya
  3. Sering terjadinya fitnah oleh satu organisasi kepada organisasi lain hanya karena ingin memenangkan persaingan dalam hal tertentu.
D.Penyelewengan Sila 4 (Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat,Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan.
  1. Banyaknya keputusan pemerintahan yang diambil bukan atas dasar hasil musyawarah dengan rakyat/perwakilannya tapi atas dasar untuk kepentingan pribadi/golongan.
E.Penyelewengan Sila 5 (Keadilan Sosila Bagi Seluruh Rakyat Indonesia)
  1. Keadilan yang sudah sangat terlihat tidak merata dan hanya menguntungkan beberapa golongan yang kuat/kaya saja,sehingga banyaknya golongan rakyat yang miskin/lemah menjadi terlantar.

     Dari penyelewengan diatas,sudah sepantasnya kita sebagai bangsa Indonesia yang baik untuk menyadari hal itu dan mengitropeksi diri kita.Agar kedepannya tidak akan ada lagi penyelewengan-penyelewengan yang terjadi karena kita sudah tidak berdasar pada Pancasila lagi dan sudah tidak mempunyai karakter Burung Garuda yang tentu dampaknya akan merugikan bangsa kita sendiri.

Saturday, April 11, 2015

The Power of Pray

          Assalamualaikum Wr.Wb


     Hati memang boleh berkeinginan,Pikiran memang boleh berkhayal.Kaki memang boleh untuk terus berlari,dan tangan memang boleh untuk terus berkarya.Tapi jangan pernah lupakan suatu doa.Sesuatu yang dianggap remeh kebanyakan orang ini ternyata memiliki dampak yang besar bagi kehidupan seseorang.Bukan hanya memberi dampak pada orang yang sedang mengalami kesulitan saja,tapi juga bagi orang yang sedang berbahagia.
      Secara hakikat kita belum tentu tau,doa kita telah dikabulkan oleh yang Maha Kuasa atau belum.Karena pada dasarnya doa adalah pengiring sebuah usaha yang tidak dapat terlihat dengan jelas saat usaha kita belum maksimal.Tapi jangan menganggap bahwa doa tidak berdampak apa-apa dalam usaha kita,sehingga kita berpikir bahwa segala yang kita raih saat ini adalah murni usaha kita dan tanpa campur tangan dari yang Maha Pemberi.Dikhawatirkan saat kita berpikir demikian kita menjadi orang yang sombong dan menganggap kita adalah orang yang hebat meski Tuhan tidak memberikan pertolongannya kepada kita.

Jadi Apa Kekuatan Doa ?
     Allah Swt. berfirman dalam surat Al Fatihah : 5, ”Hanya kepada-Mu kami mengabdi dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan”. Ayat ini menginformaikan kepada kita bahwa satu-satunya tempat kita meminta pertolongan adalah Allah,baik dalam keadaan luang maupun sempit pasti kita akan selalu membutuhkan pertolonganNya.Tapi jangan lupakan juga bahwa Allah memiliki sifat Maha Adil.Sehingga Allah hanya memberikan pertolongnnya kepada orang yang mau berusaha terlebih dahulu dan tidak bersantai-santai karena menganggap Allah akan memberikan segalanya kepada dia tanpa suatu usaha yang berarti.Karena Nabi Musa beruaha terlebih dahulu untuk melawan Fir'aun meski dia telah memohon pertolongan kepada Allah untuk mengalahkan Fir'aun.Dan saat Nabi Musa kalah dari Fir'aun dan dikejar sampai ke Laut Merah,barulah Allah memberikan pertolongannya dengan membelahkan laut itu untuk Nabi Musa dan pengikutnya,dan setelah rombongan Nabi Mua telah melewati laut merah semua,Allah menyatukan kembali laut itu saat rombongan Fir'aun ingin melewati laut itu,sehingga Fir'aun dan pasukannya tenggelam semua di laut itu.
     Dari situ kita dapat mengambil satu kesimpulan,yaitu : Doa sangat besar manfaatnya bagi kehidupan kita saat kita telah diujung dari usaha kita.Saat kita sedang mengalami kesulitan dalam melakukan usaha untuk menggapai tujuan kita,disitulah Allah akan memberikan pertolonganNya yang sangat luar biasa kepada kita.Karena pada dasarnya manusia memiliki keterbatasan dalam melakukan suatu usaha secara sempurna,sehingga tanpa bantuan dari Allah sangat sulit bagi kita untuk menggapai tujuan itu.
     Dari sini kita bisa melihat perbedaan antara orang yang berdoa saat ingin menggapi tujuannya dengan orang yang menganggap bahwa doa tidak berpengaruh sama sekali dengan usahanya.Ya,perbedaan yang paling jelas terlihat adalah orang yang berdoa saat ingin menggapai tujuannya pasti mendapatkan kemudahan untuk segera menggapai tujuannya,karena jelas usahanya pasti akan dibantu oleh Allah setiap mengalami kesulitan dan hasilnyapun pasti akan lebih memuaskan.Sedangkan orang yang tidak berdoa mungkin akan mengalami kesulitan yang bertubi-tubi dalam setiap usahanya,karena disitu ia tidak melibatkan Allah dalam proses menggapai tujuannya dan hasil yang ia dapatkan menjadi kurang memuaskan karena pasti ada kekurangan ataupun kesalahan dalam proses penggapaian tujuannya.
     Oleh karena itu,mulailah dari sekarang selalu berdoa dan merendahkan diri kita dihadapan Tuhan yang Maha Besar bahwa kita tidak akan bisa melakukan suatu hal yang terbaik tanpa pertolongan dariNya.Allah juga sangat mencintai orang yang mau berdoa kepadanya dan membenci orang sombong yang tidak mau berdoa kepadanya.

”Mohonlah kepada Allah Swt. sebagian dari anugerah-Nya” (Q.S. An Nisa: 32).

Tiada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah Swt. melebihi doa.” Sabdanya dipertegas lagi dalam hadis berikut,”Doa adalah ibadah” (H.R. Tirmidzi dan Abu Daud).

”Sesungguhnya orang-orang yang sombong terhadap menyembah-Ku, mereka nanti akan masuk ke dalam neraka Jahanam dalam keadaan terhina” (Q.S. Al Mukmin: 60)
.
”Barang siapa yang tidak meminta kepada-Nya, Allah Swt. akan marah kepadanya” (H.R. Tirmidzi).