Wednesday, June 6, 2018

3 Hal yang Seharusnya Dilakukan Generasi Muda untuk Memajukan Indonesia

Pengantar
          Assalamualaikum wr wb
          Setiap bangsa wajib memiliki penerus yang bisa melanjutkan sistem yang ada di dalam negaranya. Tanpa adanya penerus, maka bisa dipastikan bangsa atau negara tersebut akan mengalami kemunduran atau bahkan akan hancur dengan sendirinya.  Tak terkecuali dengan Indonesia yang juga sangat membutuhkan penerus bangsa yang berkualitas dan juga bisa memajukan bangsanya menjadi negara yang lebih baik lagi dari segi ekonomi, politik, hukum, teknologi, agama dan lain sebagainya yang jika kita lihat pada saat ini, Indonesia masih jauh tertinggal dengan negara-negara lainnya yang ada di dunia. Penerus bangsa Indonesia yang paling potensial adalah generasi mudanya, karena generasi muda adalah orang yang dari potensi hidup masih jauh lebih lama dan masih bisa banyak belajar serta meningkatkan skillnya untuk ikut serta dalam memajukan bangsa Indonesia ini. Akan tetapi, banyak generasi muda Indonesia saat ini yang tidak mempersiapkan dengan matang perannya dalam memajukan bangsa Indonesia dan lebih memilih banyak bersantai dan melakukan hal yang sama sekali tidak memiliki manfaat untuk kemajuan Indonesia kedepannya. Oleh karena itu, disini penulis akan menyampaikan 3 hal yang seharusnya dilakukan oleh seluruh generasi muda Indonesia, agar kedepannya mereka bisa ikut serta dalam memajukan bangsa Indonesia, sehingga di era kita-lah Indoenesia bisa menjadi negara yang maju, terbebas dari kemiskinan, kebodohan dan kemunduruan di berbagai sektor.

1. Banyak Membaca Buku
Image result for membaca buku       
          Kecerdasan seseorang takkan memberikan dampak apapun ketika ia tidak memiliki data yang banyak. Tanpa data, seseorang tidak akan tahu bahwa di padang pasir udaranya panas dan di kutub utara udaranya dingin. Sehingga, data sangat diperlukan oleh siapapun sebagai informasi yang bisa mendukung dirinya dalam memecahkan setiap permasalahan hidup. Ada berbagai cara untuk mendapatkan sumber data, dan salah satunya adalah dengan cara membaca.
         Membaca buku akan banyak memberi kita wawasan dan ilmu pengetahuan. Semakin data yang kita dapatkan dari membaca, maka akan semakin benar perilaku yang ia pilih dalam memecahkan sebuah masalah. Seorang generasi muda yang ingin memajukan bangsa Indonesia, haruslah memiliki wawasan yang banyak untuk menunjang dirinya dalam memilih apa yang harus ia lakukan lebih dulu dan apa yang bisa ia lakukan nanti. Ketika kita salah dalam memilih jalan karena kurangnya wawasan dan ilmu pengetahuan, maka sampai kapanpun generasi muda kita akan menjadi generasi muda yang kerdil dan berpikir jangka pendek, sehingga potensi untuk bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baikpun akan berkurang.
          Selain untuk mendapatkan data berupa wawasan dan ilmu pengetahuan, membaca juga akan melatih cara berpikir kita. Orang yang jarang membaca, akan bersikap sesuai kehendaknya tanpa memikirkan potensi dan resiko yang akan terjadi dari sikap yang ia pilih. Tapi bagi orang yang sering membaca, ia akan dapat berpikir dengan matang dari setiap sikap yang ia pilih karena adanya referensi yang ia miliki dari sesuatu yang ia baca, tinggal tergantung buku yang bagaimana yang menjadi referensi berpikirnya.

2. Menghilangkan Berpikir Praktis dan Mulailah Berpikir Visioner

Image result for visioner       Jangan pernah menjadi generasi muda yang berpikir praktis dalam membayangkan masa depan yang akan kita jalani. Salah satu contoh generasi muda yang berpikir praktis ketika membayangkan masa depanya adalah generasi muda yang selalu berpikir bahwa sekolah atau kuliahnya dia hanya untuk mendapatkan ijazah yang akan memudahkan ia mendapatkan pekerjaan, setelah itu ia menikah, kemudian punya anak dan bersantai di hari tua. Jika semua generasi muda banyak yang berpikir seperti ini, maka bisa dipastikan akan sulit bagi bangsa Indonesia untuk mempercepat kemajuannya dan bisa jadi malah statis di tempat serta semakin tertinggal dengan negara-negara selainnya.
          Mulailah berpikir visioner dan merencanakan setiap langkah kaki anda dalam sebuah kertas putih di malam hari. Pikirkan apa langkah-langkah terbaikmu yang bisa diambil untuk bisa mengambil andil dalam orang yang bisa memajukan bangsanya. Negara Indonesia didirikan bukan oleh seorang yang lebih banyak menghabiskan waktunya di tempat tidur dan berharap hari tuanya dihabiskan dengan tangan hampa. Tapi Indonesia didirikan oleh mereka yang begitu mencintai bangsanya dan berjuang dengan sungguh-sungguh untuk memajukan bangsanya lewat keahlian dan profesi yang mereka tekuni. Jika anda seorang yang ahli di bidang ekonomi, maka majukanlah bangsa Indonesia dengan ilmu ekonomi anda. Jika anda seorang yang ahli dibidang politik, maka majukanlah Indonesia dengan ilmu politik anda. Jika anda seorang yang ahli dibidang teknologi, maka majukanlah Indonesia dengan ilmu teknologi yang anda miliki. Jika semua generasi muda Indonesia sudah berpikir seperti ini dan mulai belajar dan berlatih dengan sungguh-sungguh untuk memajukan bangsa Indonesia lewat keahlian dan profesi mereka, maka kemajuan bangsa Indonesia bukanlah sebuanh angan-angan lagi, tapi sebuah langkah pasti yang memiliki progress yang signifikan.

3. Membentuk Kepribadian yang Baik 
Image result for kepribadian
       
          Kepribadian setiap generasi muda Indonesia juga akan sangat mendukung kemajuan bangsa Indonesia, karena negara yang maju bukan hanya negara yang memiliki kecerdasan, tapi juga negara yang memiliki kepribadian yang baik. Setidaknya ada 7 kepribadian yang harus dimiliki oleh generasi muda Indonesia untuk mempercepat proses kemajuan bangsa Indoensia :
  1. Berpikir Ilmiah => Terbiasa berpikir dengan orientasi menemukan kebenaran dan dengan metode yang benar
  2. Mencintai Kebenaran => Memiliki rasa cinta pada kebenaran, sehingga akan merasa tidak nyaman ketika ada sebuah kesalahan yang ada di sekitarnya yang dilakukan secara sengaja atau tidak sengaja
  3. Kerja Keras => Tidak mudah menyerah dalam melakukan sesuatu dan terus berusaha tanpa mengenal Lelah, setiap kegagalan yang ia dapatkan akan ia gunakan sebagai pembelajaran dan evaluasi yang sangat berarti
  4. Tanggung Jawab => Senantiasa melaksanakan tugas atau amanah yang ia terima dengan sebaik-baiknya dari awal hingga tuntas 
  5. Disiplin => Melakukan segala sesuatu secara proporsional dan pada tempatnya, tidak sembarangan dan berdasarkan kenyamanan dalam melaksanakannya, tapi senantiasa mengikuti aturan yang berlaku serta berorientasi pada keseimbangan
  6. Kompetitif => Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk melakukan setiap pekerjaannya dengan sebaik-baiknya dan berharap pekerjannya-lah yang terbaik, sehingga akan membiasakan diri untuk melakukan segala sesuatu secara sempurna dari proses hingga hasilnya
  7. Peduli => Orientasi perilaku yang dilakukan bukanlah untuk diri sendiri atau golongan, tapi berorientasi untuk kebaikan masyarakat luas dan tergerak karena kesulitan yang dialami oleh orang lain

Sekian..Semoga kita bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi generasi muda yang ikut andil dalam memajukan bangsa Indoenesia. 
Salam Kemajuan Bangsa
          

Monday, November 6, 2017

Kritik Terhadap Pemahaman Nikah Muda di Kalangan Pemuda Islam

Pengantar
         Assalamualaikum wr.wb 
             Jika kita adalah orang yang aktif di media sosial seperti Facebook, Instagram, Line dan lain sebagainya mungkin kita akan sering melihat postingan dari beberapa akun yang bertemakan tausiyah Islam tentang ajakan untuk nikah muda. Mulai dari postingan tentang keindahan pasangan yang sedang mengadakan ijab qobul, pertanyaan kapan mau menikah, sampai dengan trik dan tips mendapatkan hati lawan jenis yang kita inginkan untuk di khitbah.Sekilas ajakan tersebut memang mengarahkan kepada kebaikan, yaitu agar generasi muda Islam terhindar dari dosa zina dan lebih memilih melakukan pernikahan yang justru bernilai ibadah. Akan tetapi sepanjang yang penulis amati, ajakan untuk menikah di usia muda untuk menghindari dosa zina ini tidak disertai dengan penjelasan konsekuensi yang kita akan alami jika melakukan pernikahan di usia dini dan bagaimana agar kita juga bisa memiliki karir yang baik sebagai generasi muda bangsa Indonesia. Oleh karena itu, disini penulis akan menyampaikan kritik tentang maraknya ajakan untuk nikah muda di media sosial, dengan tujuan agar generasi muda Islam semakin berhati-hati dalam melangkah dan mepertimbangkan konsekuensi serta ibadah lain yang juga Allah perintahkan dalam Al Quran, yang bisa jadi pahalanya lebih besar ketimbang sekedar melakukan pernikahan di usia dini.

Kritik
  1. Banyak Cara yang Bisa Dilakukan untuk Menghindari dosa Zina selain Melakukan Pernikahan di Usia Muda
          Image result for kegiatan positif
          Jika kita lihat lebih detail, salah satu tujuan dari ajakan nikah muda yang sering di posting di media sosial adalah agar generasi muda Islam terhindar dari dosa zina. Saya akui memang dengan menikah, peluang kita untuk melakukan dosa zina lebih kecil, karena kita telah memiliki lawan jenis yang dimana di sanalah bisa kita salurkan hasrat seksual kita. Akan tetapi menikah bukanlah satu-satunya jalan untuk menghindari dosa zina, karena ada beberapa cara lain untuk menghindari dosa ini, seperti [1]sering mengikuti kajian keagamaan yang meningkatkan keimanan dan membuat kita takut akan azab yang akan diberikan Allah jika kita melakukan dosa zina, [2]berteman dengan orang yang sholeh/sholeha agar selalu ada orang yang mengingatkan kita ketika kita melakukan perbuatan yang akan mengarah pada dosa zina, [3]menyibukaan diri dengan studinya untuk mempersiapkan karir yang baik dan bisa memberi manfaat kepada masyarakat, [4] Melakukan ibadah puasa sunnah secara rutin dan berkala[5]dan yang terakhir bisa melakukan kegiatan-kegiatan positif secara rutin, seperti olahraga, wisata dan refreshing, yang kesemuanya akan memperkecil peluang kita untuk melakukan perbuatan dosa zina. Sehingga menikah di usia muda bukanlah satu-satunya jalan untuk menghindari dosa zina, karena masih banyak kegiatan yang bisa kita lakukan untuk menghindari dosa zina ini. Selain itu nikah bukanlah satu-satunya ibadah yang harus di segerakan, karena Allah juga banyak memerintahkan ibadah-ibadah yang bisa kita lakukan di usia muda

          2. Ada Ibadah yang Lebih Prioritas yang Bisa Kita Lakukan di Usia Muda
 
                                                                Allah berfirman dalam surah Al Anam ayat 165 :
Image result for khalifah fil ardy"Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. "
             Dari ayat diatas, dapat kita lihat bahwa Allah menjanjikan umat Islam menjadi penguasa di bumi dan menjadi orang yang memiliki derajat yang tinggi. Janji Allah ini tidak bisa kita raih hanya dengan bersantai atau mendahulukan pernikahan di usia muda, akan tetapi janji Allah ini bisa kita raih dengan usaha yang keras dan gigih untuk belajar, memperbaiki sistem yang ada di internal umat Islam dan menciptakan persatuan dengan landasan pemikiran yang rasional. Mungkin memperbaiki sistem internal dan menciptakan persatuan di kalangan umat Islam adalah langkah yang sedikit sulit kita lakukan di usia kita yang masih muda, karena masih minimnya power dan pengaruh kita di kalangan umat Islam. Akan tetapi, belajar dengan gigih dan berhasil di karir yang kita inginkan adalah langkah yang sangat bisa kita lakukan di usia muda. Dengan banyanknya pemuda Islam yang menjadi pemuda yang cerdas, serta memiliki karir yang bagus di bidang ekonomi, politik, agama dan teknologi, maka akan semakin meningkatkan peluang janji Allah tersebut akan terwujud. Karena saat ini kita(umat Islam) masih termasuk kedalam golongan orang yang terbelakang, hal ini bisa dilihat dari banyaknya umat Islam yang hidup dibawah garis kemiskinan, di pimpinnya orang mukmin oleh orang-orang yang justru ingin menghancurkan Islam, di jajahnya umat Islam oleh orang kafir, dikuasainya umat Islam dengan politik dan teknologi barat, yang kesemuanya justru tidak bisa kita pecahkan dengan menggencarkan ajakan untuk melakukan nikah muda kepada pemuda Islam, tapi bisa kita pecahkan dengan mengajak kepada setiap pemuda Islam untuk menjadi pemuda yang cerdas dengan gigih dalam belajar, hingga sampai kita bisa memiliki power dan pengaruh di bidang-bidang strategis yang membuat kebanyakan dari umat Islam bisa menguasai banyak sektor kehidupan dan tentunya bisa memberi rahmat kepada masyarakat dan alam semesta, bukan sebaliknya yang dilakukan oleh orang kapitalis, komunis ataupun liberal.
             Oleh karena itu, mulailah dari sekarang kita menjadi pemuda Islam yang fokus kepada studi dan karir kita. Perihal menikah adalah perihal yang mudah kita lakukan ketika usia kita telah mapan dan tujuan hidup kita sudah jelas. Jangan sampai dengan menikah muda, usia muda kita malah kita sibukan untuk mengurus rumah tangga dan anak, bukan kita sibukan dengan belajar yang memiliki tujuan untuk menjemput janji Allah dan menjadikan Islam sebagai agama yang maju dan tidak dipandang sebelah mata lagi oleh orang-orang yang merendahkannya, karena tujuan Allah menciptakan kita sebagai manusia bukan sekedar untuk menikah, tapi tujuan hidup kita yang paling utama adalah untuk menjadi khalifah fil ardy (Al Baqaraah : 30), sehingga Allah akan memberikan pahala yang besar kepada setiap mukmin yang meniatkan dan mengusahakan dirinya dengan sungguh-sungguh untuk menjadi seorang khilafah yang bisa memberi rahmat bagi semesta alam dan tentunya menjemput janji Allah untuk menjadi penguasa di bumi yang saat ini masih banyak kerusakan didalamnya.

Monday, June 26, 2017

Toleran

Image result for toleran

Kertas putih takan bermakna tanpa coretan
Air jernih takan nikmat tanpa kopi hitam
Matahari akan bosan tanpa adanya bulan
Dan utara akan sesat bila tanpa selatan
         
          Membaur bersama watak yang tak barbar
          Bernadi dengan wajah yang tak kembar
          Kita menjadi orang yang berjiwa sabar
          Dengan perbedaan yang akan menyambar

Memang terkadang hati merasa benar
Mendengar berkaki dua berkoar-koar
Tapi kita harus tetap benar
Dengan tidak melihat koar
Dan melihat kemana koar itu menggambar

          Jika bukan tanpa akal yang rasional
          Mungkin hati ini akan memilih asal
          Pada perilaku yang temperamental
          Dan berlidah pedang pada setiap awal
          Ketika melihat perbedaan yang tak dikawal

Bergandeng tangan adalah solusi
Berjiwa manusiawi pada setiap insani
Dan tak kenal watak untuk peduli

          Aku rasa Tuhan takkan kecewa
          Bila kita membela sesama
          Bila kita berbaur beragama
          Bila kita beriman dengan etika

Tapi Tuhan akan kecewa
Bila kita membunuh sesama
Bila kita egois karena beragama
Bila kita beriman dengan tangan hampa

          Jika Tuhan telah menciptakan Surga
          Maka itu untuk mereka yang beragama
          Mendengarkan Tuhan dan perintahnya
          Melihat sesama dan keperluannya

Jika Tuhan telah menciptakan Neraka
Maka itu untuk mereka yang tak beragama
Atau mengaku bertuhan tapi melanggar perintahnya
Melihat sesama lalu melupakan hati dan jiwanya

          Jika kita ingin maju bersama
          Jika kita mau bahagia bersama
          Maka Tuhan telah menciptakan Surga
          Untuk mereka yang mau bersabar
          Dan toleran dengan sebuah dasar

Wednesday, August 3, 2016

Philosophia

Hidup dimulai dari pertanyaan
Semenjak manusia diciptakan
Mencari dan menjalani tujuan
Dengan akal yang dianugerahkan

Apalah arti sebuah pemahaman
Didoktrin dalil kepercayaan
Yang mematikan akal pikiran
Dicari, dikejar sebuah khayalan

Logika dan keyakinan
Melahirkan sebuah tindakan
Tak akan ada yang bertentangan
Selama nafsu dalam kekangan

Tegaklah dengan sebuah iman
Tak bergeming dengan pujian
Masihkah engkau terkena tipuan
Dalam nafsu dan bisikan

Sayup-sayup terdengar rintihan
Inikah tanda kematian
Nyawa 'kan hilang dengan kerelaan
Atau pun dicabut dengan paksaan

oleh : Kan Bu Jian MA (teman seperjuangan saya)

Tuesday, August 2, 2016

Pemimpi yang Tak Tertidur

                                         
Bercengkrama dengan angin malam
Disela tiupan harapan karang
Yang menggantung dalam sebuah angan
Dan bercampur dengan kopi hitam

Menjadikannya seorang terpandang di masa depan
Walau kini bukan bintang
Tapi tali yang panjang sudah ditangan
Untuk menggenggam dengan erat sinar yang takkan padam

Bukan tak ingin membutakan mata untuk sekejap
Tapi karena mata ini ingin terus berdamai
Dengan pemahaman yang memanusiakan
Dan memberikan kopi yang lebih hitam
Karena harus bercampur dengan gelapnya kesombongan
Yang dulu sempat menjadi teman sekawan

Memperbaiki diri bukanlah pilihan
Tapi takdir yang harus dijalankan
Untuk tetap berdiri di atas batu perjuangan

Jika nantinya ku bukan seorang pemenang
Aku akan tetap berada di depan
Karena perjuangan bukanlah diatas dipan
Yang mundur ketika mimpi dihilangkan oleh tiupan angin malam
Yang memanjakan dengan suara kemalasan
Dan janji kebodohan yang pasti akan datang

Teruslah bermimpi diatas meja belajar tuan
Bukan tertidur kala mimpi itu berdatangan
Dan bersantai kala mimpi itu tak sepadan

Jika bukan karena ibu pertiwi yang melahirkan
Dan karena sang saka yang memberikan balutan
Mungkin aku bukanlah yang sekarang
Yang bersama daun muda lainnya
Berjuang menjadi orang yang bisa memberikan kebanggaan
Pada tanah yang dulu sempat basah tak karuan
Oleh darah perjuangan melawan kebodohan
Dan keserakahan yang mereka tanam
Yang kini telah berbuah liar
Dan menjadi makanan kesukaan para tikus selokan

Thursday, July 21, 2016

Gengsi : "Salah Satu Penyebab Rusaknya Moral Anak Bangsa"

          Dalam KBBI Gengsi diartikan sebagai kehormatan,harga diri dan martabat.Seorang yang mempunyai gengsi berati seorang itu memiliki kehormatan,harga diri atau martabat yang telah melekat pada dirinya.Sebenernya memiliki gengsi adalah sebuah keniscayaan dalam setiap diri manusia.Tapi kadangkala nilai gengsi yang salah dan berlebihanlah yang justru menjerumuskan kita pada sesuatu yang salah juga.
          Kadangkala karena gengsi,kita bisa merubah orientasi dan pandangan hidup kita.Kadangkala gengsi juga bisa merubah cita-cita hidup kita.Kenapa bisa demikian?-.Sebagai contoh ada seorang remaja yang sejak awal kali dia masuk Sekolah Menegah Atas,ia mempunyai cita-cita menjadi seorang Arsitek,dia sangat senang ketika melihat bangunan-bangunan besar yang sangat indah dan sangat tinggi dari bangunan biasanya.Seiring perjalanan waktu,saat dia sudah di penghujung SMA,lingkungannya menganggap bahwa orang yang paling pintar dan hebat diantara mereka adalah orang yang bisa masuk universitas jurusan Kedokteran.Ditambah lagi ada penghargaan sosial yang ia lihat dari kaka alumninya yang berhasil masuk ke universitas jurusan kedokteran itu.Bagi lingkungan teman-teman SMAnya,jurusan arsitek adalah jurusan yang biasa saja dan kebanyakan mereka yang masuk jurusan arsitek tidak mendapatkan perhargaan sosial dari teman-teman di SMAnya.Karena dia merasa pintar dan ingin dipandang juga sebagai orang yang hebat dikalangan teman-temannya,maka mulai saat itu ia memutuskan untuk merubah cita-citanya menjadi seorang dokter tanpa pertimbangan yang lebih matang lagi.
          Jika kita lihat dari fenomena diatas.Kita bisa menarik kesimpulan bahwa ternyata orang tersebut memiliki nilai gengsi yang tinggi dalam dirinya,yang sampai bisa merubah cita-cita awalnya.Saat nilai gengsi itu berlebih dalam dirinya,maka potensi untuk mengikuti perasaan gengsi itu sangat tinggi dan sulit dikendalikan oleh akal sehat dan perencanaan yang matang.Padahal bisa saja saat dia mengikuti minat awalnya untuk menjadi seorang arsitek,dia bisa menjadi arsitek yang sukses karena memang ia tertarik di bidang itu,ketimbang dia harus mengikuti perasaan gengsinya untuk masuk ke universitas kedokteran yang belum tentu nantinya ia menyukai pekerjaan di bidang tersebut.

          Jika kita lihat lebih dekat dengan realitas remaja bangsa kita saat ini,ternyata banyak diantara mereka yang memilih sikap berdasaran perasaan gengsinya.Bahkan pemilihan sikap berdasarkan perasaan gengsi ini bisa berdampak kepada perubahan kepribadian mereka yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan gengsinya itu.Dan berikut adalah beberapa moral buruk yang timbul pada remaja kita saat ini yang diakbiatkan oleh perasaan gengsi yang salah dan tidak berorientasi dalam kebenaran :

 1.Moral Perokok dan Pecandu Miras bahkan Narkoba
          Dalam salah satu berita yang disirkan di TV swasta,mereka pernah melakukan survey kepada para remaja yang memilih untuk merokok.Kebanyakan alasan mereka untuk memilih merokok adalah untuk coba-coba saja.Berawal dari coba-coba,kemudian mereka ketagihan dan akhirnya menjadi pecandu rokok yang tidak bisa hidup tanpa rokok.Sebenarnya jika kita tarik lagi sebelum mereka memilih untuk coba-coba,ada psikologi lagi di dalam hati mereka kenapa mereka memilih untuk coba-coba.Karena tidak mungkin orang yang tanpa pengetahuan apapun,tiba-tiba memilih untuk coba-coba untuk merokok.Tidak mungkin seorang remaja yang selalu hidup dirumah dan tidak punya teman diluar rumahnya serta tidak pernah meilhat realitas orang yang merokok,tiba-tiba dia memilih untuk coba-coba merokok.Pasti ada alasan lain sebelum mereka memilih untuk coba-coba merokok,yaitu perasaan gengsi kepada temannya yang sudah lebih dulu merokok.
          Kebanyakan mereka yang memilih untuk coba-coba merokok adalah mereka yang terbiasa berada pada lingkungan yang mengajarkan mereka unuk merokok.Merokok dipandang sebagai sesuatu yang keren.Setiap laki-laki yang merokok adalah pria sejati yang dianggap macho.Orang yang tidak merokok dianggap sebagai seorang yang lemah dan dianggap sebagai laki-laki yag pengecut.Dari pengondisian seperti itulah yang membuat mereka gengsi untuk tidak coba untuk merokok.Karena saat mereka memilih untuk tidak merokok,berarti mereka siap menerima resiko dikucilkan dari lingkungan pergaulannya dan kebanyak remaja tidak siap menerima realitas itu dan lebih memilih untuk mengikuti budaya yang sudah melekat kuat pada kelompok pergaulannya.
           Setelah mereka telah mengenal rokok,biasanya mereka akan terus merokok dan bertambah sering lagi intensitas mereka merokok.Semakin mereka dewasa,biasanya mereka bertemu lagi dengan teman-temannya rokok,seperti miras dan narkoba yang jauh dianggap lebih keren lagi setelah rokok.Karena mengikuti perasaan gengsinya inilah mereka akan terus mencoba dan mencoba apa yang telah dianggap baik oleh lingkungannya.Mereka sudah mulai mengurangi pengguanaan akal sehat mereka untuk menilai segala sesuatu dan lebih menilai sesuatu dari enak dan gak enaknya saja.Dan BAAAAMMM...moral ini bisa anda lihat di lingkungan sekitar anda yang sudah sangat banyak dan mendarah daging di penerus bangsa kita :-(.

 2.Moral Pemalas dan Tidak Pernah Memikirkan Masa Depan
          Kedua moral ini sangat terlihat sekali di lingkungan pelajar bangsa kita,terutama yang berada pada tingkat SMP dan SMA,karena pada masa itu setiap pelajar sudah bisa dibilang memasuki usia remaja yang dimana mereka dalam tahap pencarian jati diri.Lagi-lagi peran lingkungan sangat tinggi disini.Biasanya moral-moral seperti bolos ke sekolah,tidak mengerjakan tugas itu tidak mereka lakukan seorang diri.Biasanya mereka membuat kelompok-kelompok pergaulan di dalam kelas atau sekolahnya yang setiap anggotanya harus bersamaan melakukan moral-moral buruk itu.Pemilihan anggota tersebut tentu saja tidak dilakukan dengan jalan yang jelas dan terstandar siapa-siapa saja yang boleh masuk kelompok itu dan siapa-siapa saja yang tidak boleh.Bisanya kelompok itu muncul dengan spontan karena adanya kesamaan ide dari beberapa orang yang mempunyai moral yang hampir sama atau bahkan sama.Dari kelompok yang tidak sebgaja dibentuk itu,kemudian tanpa disadari masuklah teman-teman mereka yag awalnya tidak punya moral yang sama dengan mereka,tapi karena punya kedekatan personal dengan salah satu anggotanya dia bisa masuk dan itupun tanpa ia sadari.Seiring berjalannya waktu,ia baru melihat bahwa kelompok tersebut mempunyai moral yang tidak baik dan beberapa orang yang kuat pendiriannya pasti lama kelamaan akan menjauh,tapi seseorang yang mempunyai nilai gengsi yang tinggi kepada temannya,ia akan sulit menjauhi kelompok tersebut.
          Dalam ilmu psikologi,tidak mungkin sebuah organisasi/kelompok bisa berjalan jika tidak mempunyai ideologi atau cara pandang yang sama.Ini berlaku juga terhadapa kelompok tadi yang tidak mungkin tersu berjalan jika tidak memiliki cara pandang yang sama.Dan pada kenyataannya kelompok ini terus berjalan dan membuat moral-moral buruk lainnya yang secara tidak sadar anggota kelompoknya harus mengikuti moral tersebut jika tidak mau dikucilkan dalam kelompoknya.Karena sudah mengakar dalam kelompok mereka budaya seperti bolos dan lain sebagainya,maka sudah bukan hal yang baru jika malas dan tidak punya perencanaan masa depan dalam kelompok mereka.Biasanya mereka lebih senang menghabiskan waktu mereka dengan hura-hura dan melakukan hal yang mereka anggap sebagai suatu kesenangan.Jika kegiatan ini terus mereka lakukan dalam keseharian mereka bersama kelompoknya,maka jadilah semakin banyaknya para pemalas dan pengangguran di negara dengan ideologi Pancasila ini.

 3.Moral Liberal dan Budaya Negatif Barat
          Dalam era globalisasi ini,tentunya sangat mudah bagi kita untuk mengakses segala sesuatunya,bahkan yang ada di dunia bagian barat sekalipun.Dunia menjadi terasa sangat dekat dan budaya luarpun menjadi sangat mudah masuk tanpa harus diantisipasi keberadaanya.Memang tidak semua budaya yang berasal dari barat adalah budaya yang negatif,tapi seringkali remaja kita justru lebih senang mengambil budaya-budaya yang negatif,ketimbang dengan budaya yang positif.
          Liberal (bersifat bebas) adalah salah satu budaya barat yang masuk ke negara kita dan tidak sedikit anak bangsa kita yang mengikutinya.Walaupun seringkali orang tua mereka sudah mengajarkan budaya serta moral  yang baik kepada mereka,tapi seringkali gengsi menjadi penghambat mereka melakukan budaya serta moral baik itu dalam kehidupan mereka.Mereka terlalu sering melihat realitas liberalisme sebagai sesuatu yang sudah biasa ada di lingkugan mereka.Bahkan seringkali yang menjalankan budaya liberal itu adalah teman dekta mereka sendiri yang sudah sangat akrab dengan mereka.Lagi-lagi kebebasan dianggap sebagai suatu yang bernilai tinggi dimata mereka,tanpa dipikirkan dulu seperti apa kebebasan yang benar dan seperti apa kebebasan yang telah menjadi budaya barat yaitu bebas sebebas-bebasnya.Jika sudah seperti ini,maka gengsi adalah penentu sikap remaja kita.Jika gengsinya sudah tidak dapat dibendung lagi,maka mengikuti budaya seperti ini sudah pasti menjadi pilihan mereka,karena sudah sangat banyak dari sahabat mereka yang melakukan budaya ini.Mereka sudah tidak mempertimbangkan lagi baik atau buruknya,tapi yang mereka pikirkan adalah bagaimana mereka bisa dianggap keberadaanya dalam lingkungan mereka dan tentunya dianggap sebagai orang yang keren di lingkungan pergaulan mereka.
         Dampak dari liberalisme ini sudah sangat sering kita lihat di media-media,seperti banyaknya anak dibawah umur yang melakukan seks bebas,banyaknya remaja yang tidak lagi menghormati guru dan orang tuanya,banyaknya pelajar yang menganggap sekolah hanya menjadi ladang mecari pasangan,banyaknya teman-teman kita yang sudah sangat akrab dengan diskotik dan tempat pelacuran,serta dampak negatif lainnya yang awalnya ditimbulkan oleh pandangan mereka yang liberal dan ditimbulkan oleh perasaan gengsi yang tinggi kepada teman-teman mereka jika tidak menjalankan budaya ini.
           Jika terus seperti ini,mungkin moral lokal yang sudah ditanamkan oleh pendahulu kita untuk menjaga generasi bangsa ini akan musnah dan sudah dianggap sebagai moral yang jadul dan tidak mengikuti perkembangan zaman.Padahal pada dasarnya,segala sesuatu yang baik itu tidak bisa dinilai dari  perasaan,tapi hanya bisa dinilai oleh akal rasional yang melihat segala sesuatu dari aspek benar dan salah.

 4.Pacaran yang Berlebihan
          Mungkin realitas pacaran sudah sangat sering kita lihat dikalangan pelajar dan remaja bangsa kita.Bahkan yang masih duduk di kursi SMP sekalipun,mereka sudah menganggap pacaran sebagai suatu yang sangat biasa dan sudah bukan lagi merupakan hal yang tabu dalam hidup mereka.Saking banyaknya realitas ini kita temui di kalangan pelajar,maka akan menjadi sebuah kewajaran jika salah satu landasan mereka untuk memiliki pacar adalah karena perasaan gengsi keada teman-teman mereka.Mereka akan dianggap rendah ketika belum memiliki pacar,dan yang sudah mempunyai pacar akan dianggap tinggi di lingkungan mereka.
          Saat ini bahkan sudah banyak istilah-istilah yang merendahkan orang yang belum meliki pacar,seperti istilah 'JONES' yang sering kita temui di meme-meme comic yang ada di Indonesia dan lain sebagainya.Pengondisian seperti inilah yang semakin membuat perasaan gengsi itu semakin tinggi,karena lingkungan yang menuntut mereka untuk mengikuti budaya yang sudah berkembang pesat dan mengakar.
          Akan tetapi,usia pelajar adalah usia yang masih rentan akan emosional yang tidak stabil (labil) dan mudah berubah-ubah.Ditambah lagi,usia pelajar biasanya masih memiliki nafsu yang kadangkala sangat besar/menggebu-gebu dan sulit untuk dikendalikan.Nafsu ini seringkali hanya dilihat dari segi perasaan enak-gak enaknya saja,tanpa dipikirkan lagi secara rasional benar-salahnya dan dampaknya kedepan dalam kehidupan mereka.Sehingga seringkali kita melihat realitas para pelajar di negara kita sudah berpacaran dengan cara yang berlebihan,seperti melakukan perilaku ciuman,pelukan,dan perilaku lainnya yang sangat tidak pantas dilakukan oleh orang yang belum masuk ke jenjang pernikahan.Dampak yang ditimbulkan pun tidak main-main,mulai dari menurunnya prestasi belajar mereka karena tidak fokus belajar dan lebih fokus dengan pasangan mereka,lebih mementingkan urusan pasangan mereka ketimbang urusan orangtua dan sekolahnya,sampai pada seks bebas yang berdampak pada kehamilan di luar akad nikah.

 Cara Pencegahan :
          Sebenernya mudah saja untuk mengontrol gengsi kita agar tidak diluar batas dan sangat tergantung dengan keadaan lingkungan.Dari contoh yang telah dipaparkan diatas,kebanyakan perilaku gengsi yang berlebihan disebabkan karena tidak siap menghadapi lingkungan yang telah mengondisikan psikologis mereka. Kebanyakan mereka lebih mengedepankan perasaan gengsinya ketimbang akal sehat dan pemikiran rasional yang berlandaskan benar dan salah.Mereka asal mengikuti saja budaya yang telah berkembang diluar dan kemudian menjadi moral yang mengakar di hati mereka.Maka dari itu,prinsip yang kuat dalam diri adalah salah satu solusi agar kita tidak mudah meninggikan gengsi yang berdampak terhanyutnya kita dalam budaya buruk yang sebelumnya telah berkembang.
          Dan berikut adalah beberapa solusi agar kita terhindar dari moral buruk yang disebabkan oleh tingginya gengsi kita dan terpengaruh budaya buruk yang telah berkembang di luar :
  1. Punya prinsip yang kuat dalam diri : Prinsip ini berfungsi sebagai pengingat kita ketika kita mulai terpengaruh dengan lingkungan yang salah dan gengsi kita mulai bermain disini.
  2. Adanya keimanan yang baik kepada Tuhan : Setiap orang yang mengaku beriman kepada Tuhannya,pasti merasa takut jika ia melakukan apa yang telah dilarang oleh Tuhannya.Maka dari itu,dengan meningkatkan keimanan kepada Tuhan bisa memperteguh diri kita untuk tetap berada pada jalan yang benar
  3. Punya perencanaan hidup yang jelas : Dengan adanya perencanaan yanng jelas dalam hidup kita,maka kita akan berpikir ulang jika gengsi kita mulai mengikuti budaya buruk yang berkembang diluar.
  4. Berteman dengan orang-orang yang baik : Karena lingkungan menjadi faktor utama tingginya gengsi kita dan mengikuti budaya yang salah,maka dengan mempunyai teman yang baik bisa menjadi solusi juga untuk membentengi diri kita,karena dengan begitu kita bisa mempunyai banyak pengingat ketika kita mulai terpengaruh dengan budaya salah di luar.
  5. Berada pada lingkungan yang baik pula : Selain mempunyai teman yang baik,lingkungan kita pun harus tetap baik juga,agar potensi untuk terpengaruh dengan budaya yang salah akan semakin kecil
          Dari kelima solusi tersebut,diharapkan kedepannya gengsi yang tinggi bukan lagi menjadi alasan kita dalam mengikuti budaya buruk yang berkembang di lingkungan kita dan menjadi manusia yang memiliki moral yang buruk pula.

- JANGAN GENGSI KETIKA DILUAR SANA BANYAK YANG MENYUARAKAN KEBATHILAN,TAPI GENGSILAH KETIKA BANYAK YANG MENYUARAKAN KEBAIKAN DAN ANDA HANYA DIAM SAJA - (Herdin Hudayat)

Friday, June 24, 2016

Kenapa Hanya Di Bulan Ramadhan ?

Jika manusia sudah mempunyai kesadaran yang tinggi untuk berbuat kebaikan,timing bukanlah menjadi sebuah penghalang yang membuat setiap orang hanya akan berbuat baik di waktu tertentu saja,seperti kebanyakan orang yang menjadi baik ketika waktu sudah memasuki bulan suci Ramadhan.
Dengan alasan setiap kebaikan di bulan Ramadhan akan dillipat gandakan,setiap orang berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya di bulan Ramadhan,seperti menyantuni orang yang kurang mampu,memberikan makan orang yang kelaparan,melaksanakan segala ibadah ritual dan amalan-amalan kebaikan lainnya yang mereka maksudkan agar amalan mereka bisa dilipat gandakan oleh Allah dan menjadikan mereka sebagai mahkluk yang akan dipermudah segala urusannya di akhirat.
Jika kita melihat realitas pada masyarakat,orang yang kelaparan tidak hanya ada ketika bulan Ramadhan,orang yang kekurangan tidak hanya ada saat bulan Ramadhan dan ibadah ritual bukan hanya wajib dilakukan di bulan Ramadhan,melainkan di bulan-bulan lainnya juga.Sehingga ketika anda berpandangan bulan Ramadhan adalah bulan yang tepat untuk melakukan segala amalan kebaikan,anda SALAH BESAR.Karena jika memang pahala anda diliat gandakan saat bulan Ramadhan dan anda membakar pahala anda yang berlipat itu di luar bulan Ramadhan dengan melakukan perbautan buruk yang dilarang oleh Allah dan menjadi enggan melakukan amalan kebaikan yang biasa anda lakukan di bulan Ramadhan,maka semua yang anda lakukan akan bernilai sia-sia,karena masih ada 11 bulan lagi setelah bulan Ramadhan.
Oleh karena itu,bersikap baik dan jalankan perintah Allah lah bukan hanya karena anda sedang berada pada bulan Ramadhan.Tapi berbuat baiklah karena memang itu yang harus anda lakukan sebagai seorang manusia.Seorang manusia yang pada dasarnya adalah makhluk sosial yang pasti membutuhkan orang lain juga dan seorang manusia yang merasa mempunyai kewajiban atas Tuhannya yang telah menciptakannya ke dunia untuk sebuah misi yang mulia,yaitu menjadi khalifah fil ardy.

Look too my page : https://www.facebook.com/Semangat-Pemuda-Islam-325210090942212/?ref=aymt_homepage_panel