Assalamualaikum wr.wb
Jika kita adalah orang yang aktif di media sosial seperti Facebook, Instagram, Line dan lain sebagainya mungkin kita akan sering melihat postingan dari beberapa akun yang bertemakan tausiyah Islam tentang ajakan untuk nikah muda. Mulai dari postingan tentang keindahan pasangan yang sedang mengadakan ijab qobul, pertanyaan kapan mau menikah, sampai dengan trik dan tips mendapatkan hati lawan jenis yang kita inginkan untuk di khitbah.Sekilas ajakan tersebut memang mengarahkan kepada kebaikan, yaitu agar generasi muda Islam terhindar dari dosa zina dan lebih memilih melakukan pernikahan yang justru bernilai ibadah. Akan tetapi sepanjang yang penulis amati, ajakan untuk menikah di usia muda untuk menghindari dosa zina ini tidak disertai dengan penjelasan konsekuensi yang kita akan alami jika melakukan pernikahan di usia dini dan bagaimana agar kita juga bisa memiliki karir yang baik sebagai generasi muda bangsa Indonesia. Oleh karena itu, disini penulis akan menyampaikan kritik tentang maraknya ajakan untuk nikah muda di media sosial, dengan tujuan agar generasi muda Islam semakin berhati-hati dalam melangkah dan mepertimbangkan konsekuensi serta ibadah lain yang juga Allah perintahkan dalam Al Quran, yang bisa jadi pahalanya lebih besar ketimbang sekedar melakukan pernikahan di usia dini.
Kritik
- Banyak Cara yang Bisa Dilakukan untuk Menghindari dosa Zina selain Melakukan Pernikahan di Usia Muda
2. Ada Ibadah yang Lebih Prioritas yang Bisa Kita Lakukan di Usia Muda
"Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia
meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk
mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat
cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. " Dari ayat diatas, dapat kita lihat bahwa Allah menjanjikan umat Islam menjadi penguasa di bumi dan menjadi orang yang memiliki derajat yang tinggi. Janji Allah ini tidak bisa kita raih hanya dengan bersantai atau mendahulukan pernikahan di usia muda, akan tetapi janji Allah ini bisa kita raih dengan usaha yang keras dan gigih untuk belajar, memperbaiki sistem yang ada di internal umat Islam dan menciptakan persatuan dengan landasan pemikiran yang rasional. Mungkin memperbaiki sistem internal dan menciptakan persatuan di kalangan umat Islam adalah langkah yang sedikit sulit kita lakukan di usia kita yang masih muda, karena masih minimnya power dan pengaruh kita di kalangan umat Islam. Akan tetapi, belajar dengan gigih dan berhasil di karir yang kita inginkan adalah langkah yang sangat bisa kita lakukan di usia muda. Dengan banyanknya pemuda Islam yang menjadi pemuda yang cerdas, serta memiliki karir yang bagus di bidang ekonomi, politik, agama dan teknologi, maka akan semakin meningkatkan peluang janji Allah tersebut akan terwujud. Karena saat ini kita(umat Islam) masih termasuk kedalam golongan orang yang terbelakang, hal ini bisa dilihat dari banyaknya umat Islam yang hidup dibawah garis kemiskinan, di pimpinnya orang mukmin oleh orang-orang yang justru ingin menghancurkan Islam, di jajahnya umat Islam oleh orang kafir, dikuasainya umat Islam dengan politik dan teknologi barat, yang kesemuanya justru tidak bisa kita pecahkan dengan menggencarkan ajakan untuk melakukan nikah muda kepada pemuda Islam, tapi bisa kita pecahkan dengan mengajak kepada setiap pemuda Islam untuk menjadi pemuda yang cerdas dengan gigih dalam belajar, hingga sampai kita bisa memiliki power dan pengaruh di bidang-bidang strategis yang membuat kebanyakan dari umat Islam bisa menguasai banyak sektor kehidupan dan tentunya bisa memberi rahmat kepada masyarakat dan alam semesta, bukan sebaliknya yang dilakukan oleh orang kapitalis, komunis ataupun liberal.
Oleh karena itu, mulailah dari sekarang kita menjadi pemuda Islam yang fokus kepada studi dan karir kita. Perihal menikah adalah perihal yang mudah kita lakukan ketika usia kita telah mapan dan tujuan hidup kita sudah jelas. Jangan sampai dengan menikah muda, usia muda kita malah kita sibukan untuk mengurus rumah tangga dan anak, bukan kita sibukan dengan belajar yang memiliki tujuan untuk menjemput janji Allah dan menjadikan Islam sebagai agama yang maju dan tidak dipandang sebelah mata lagi oleh orang-orang yang merendahkannya, karena tujuan Allah menciptakan kita sebagai manusia bukan sekedar untuk menikah, tapi tujuan hidup kita yang paling utama adalah untuk menjadi khalifah fil ardy (Al Baqaraah : 30), sehingga Allah akan memberikan pahala yang besar kepada setiap mukmin yang meniatkan dan mengusahakan dirinya dengan sungguh-sungguh untuk menjadi seorang khilafah yang bisa memberi rahmat bagi semesta alam dan tentunya menjemput janji Allah untuk menjadi penguasa di bumi yang saat ini masih banyak kerusakan didalamnya.