Wednesday, August 3, 2016

Philosophia

Hidup dimulai dari pertanyaan
Semenjak manusia diciptakan
Mencari dan menjalani tujuan
Dengan akal yang dianugerahkan

Apalah arti sebuah pemahaman
Didoktrin dalil kepercayaan
Yang mematikan akal pikiran
Dicari, dikejar sebuah khayalan

Logika dan keyakinan
Melahirkan sebuah tindakan
Tak akan ada yang bertentangan
Selama nafsu dalam kekangan

Tegaklah dengan sebuah iman
Tak bergeming dengan pujian
Masihkah engkau terkena tipuan
Dalam nafsu dan bisikan

Sayup-sayup terdengar rintihan
Inikah tanda kematian
Nyawa 'kan hilang dengan kerelaan
Atau pun dicabut dengan paksaan

oleh : Kan Bu Jian MA (teman seperjuangan saya)

Tuesday, August 2, 2016

Pemimpi yang Tak Tertidur

                                         
Bercengkrama dengan angin malam
Disela tiupan harapan karang
Yang menggantung dalam sebuah angan
Dan bercampur dengan kopi hitam

Menjadikannya seorang terpandang di masa depan
Walau kini bukan bintang
Tapi tali yang panjang sudah ditangan
Untuk menggenggam dengan erat sinar yang takkan padam

Bukan tak ingin membutakan mata untuk sekejap
Tapi karena mata ini ingin terus berdamai
Dengan pemahaman yang memanusiakan
Dan memberikan kopi yang lebih hitam
Karena harus bercampur dengan gelapnya kesombongan
Yang dulu sempat menjadi teman sekawan

Memperbaiki diri bukanlah pilihan
Tapi takdir yang harus dijalankan
Untuk tetap berdiri di atas batu perjuangan

Jika nantinya ku bukan seorang pemenang
Aku akan tetap berada di depan
Karena perjuangan bukanlah diatas dipan
Yang mundur ketika mimpi dihilangkan oleh tiupan angin malam
Yang memanjakan dengan suara kemalasan
Dan janji kebodohan yang pasti akan datang

Teruslah bermimpi diatas meja belajar tuan
Bukan tertidur kala mimpi itu berdatangan
Dan bersantai kala mimpi itu tak sepadan

Jika bukan karena ibu pertiwi yang melahirkan
Dan karena sang saka yang memberikan balutan
Mungkin aku bukanlah yang sekarang
Yang bersama daun muda lainnya
Berjuang menjadi orang yang bisa memberikan kebanggaan
Pada tanah yang dulu sempat basah tak karuan
Oleh darah perjuangan melawan kebodohan
Dan keserakahan yang mereka tanam
Yang kini telah berbuah liar
Dan menjadi makanan kesukaan para tikus selokan