
Di kegelapan malam yang terkadang tak menyapa bintang,ada seorang gadis cilik berseragam olahraga kuning dengan celana biru yang sedikit sobek di bagian lututnya.Ia membawa sebuah karung kecil yang ia letakan di punggungnya yang berisi barang-barang bekas plastik yang mungkin bisa di jual lagi.Tidak ada rasa malu dalam raut wajahnya.Ia terus mengambil dan mengambil lagi setiap barang bekas yang ia temukan disepanjang bibir Kali Banjir Kanal Timur (BKT).
Saya tidak pernah tahu bagaimana prestasi belajarnya di sekolah,yang saya tahu dari tatapan matanya ia seorang gadis cilik yang mempunyai niat belajar yang sangat tinggi.Saya tidak pernah tahu ia melakukan semua itu untuk dirinya sendiri atau juga untuk keluarganya,yang saya tahu ia lebih mulia dari seorang pengemis yang sama sekali tidak punya malu menengadahkan tangannya untuk meminta rasa iba kepada para pengunjung di BKT itu.
Ketegarannya dalam menjadi pemulung di bibir kali BKT cukup menampar hati saya.Terkadang saya masih merasa kekurangan atas uang jajan yang diberikan ibu saya kepada saya.Tapi saat saya melihat gadis cilik itu,ia seperti tidak merasa kekurangan uang sama sekali.Seluruh hidupnya ia nikmati sepenuhnya.Tidak ada raut beban dalam wajahnya yang sangat cantik.Ia benar-benar mengerti bagaimana caranya bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan segala karunia kepadanya.Ia benar-benar tahu bahwa hidup itu bukan untuk meminta dan menawarkan belai kasihan kepada orang lain,tapi hidup itu untuk berjuang dan membuktikan kepada Tuhan,bahwa Tuhan tidak salah menciptakan dirinya di dunia ini.
Saya sempat melihat gadis cilik ini saat ia mencari barang bekas sambil meminum segelas es jeruk yang ia beli di salah satu penjual di bibir kali BKT ini.Mungkin dengan uang yang saya miliki, saya juga bisa membeli es jeruk itu.Tapi entah kenapa saat saya melihat ia meminum es jeruk itu,seperti ada kenikmatan yang saya tidak dapatkan saat meminum es yang sama.Saya tidak mengerti mengapa gadis cilik itu sangat menikmati es jeruknya walaupun ia meminum sambil berdiri dan mengambil barang-barang bekas yang ia temui.Setelah saya hayati lagi,mungkin ia mendapatkan kenikmatan yang lebih karena ia membeli es jeruk itu dengan hasil jeripayahnya.Ia membeli segelas es jeruk itu dengan secaangkir keringat yang selama ini ia cucurkan demi mendapatkan barang-barang bekas lebih banyak lagi.Sedangkan saya meminum es jeruk itu hanya untuk kebutuhan fisiologis dan kenikmatan semata.Pantas saja jika kenikmatan yang saya dapatkan tidak sama dengan kenikmata yang ia rasakan.
Ternyata di dunia ini tidak segalanya dapat dibeli oleh uang,gadis cilik itu telah mengajarkan kepada saya arti perjuangan yang sesungguhnya.Ia telah mengajarkan kepada saya untuk terus bersyukur kepada Tuhan atas segala sesuatu yang telah diberikan Tuhan kepada saya.
Thanks little girl,
You have taught me something valuable