Saturday, January 24, 2015

Kenali Istilah Babi Agar Tidak Teledor Saat Kuliner

Baru-baru ini kita menyaksikan pemandangan yang sangat memprihatinkan: seorang perempuan berkerudung sedang menyantap makanan yang bertuliskan Siomay ‘cu nyuk’. Foto yang diunggah dan menyebar di media sosial itu sontak menjadi perbincangan hangat. Bukankah cu nyuk artinya daging babi?

Besar kemungkinan, si pembeli tadi teledor dan tidak menanyakan terlebih dahulu kepada penjualnya. Di sisi lain, si penjual juga tidak berlaku jujur karena tidak memberi informasi yang sejelas-jelasnya tentang makanan yang mereka jajakan.

Wakil Direktur Bidang Auditing dan Sistem Jaminan Halal, Ir. Muti Arintawati menyatakan di tengah ramainya barang-barang impor, seiring dengan Masyarakat Ekonomi Asean, konsumen di Indonesia memang harus lebih kritis terhadap produk yang hendak mereka konsumsi.

Banyak istilah yang belum mereka pahami, sehingga sangat disarankan agar konsumen bertanya terlebih dahulu sebelum membeli sesuatu yang kandungan bahannya belum mereka ketahui. “Ini untuk menghindari kejadian seperti ibu-ibu yang membeli siomay cu nyuk, beberapa waktu lalu,” tukasnya.

Sebagai contoh,  banyak yang belum memahami bahwa label bertulis This product contain substance from porcine, artinya produk tersebut mengandung bahan dari babi. Begitu juga dengan istilah The source of gelatin capsule is porcine, yang artinya kapsul dari gelatin babi.

Berikut istilah yang digunakan dalam produk yang mengandung/menggunakan unsur babi, sebagaimana dirilis Lembaga Pengkajian Pangan, Obat, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

PIG: Istilah umum untuk seekor babi atau sebenarnya babi muda, berat kurang dari 50 kg.
PORK: Istilah yang digunakan untuk daging babi di dalam masakan.
SWINE: Istilah yang digunakan untuk keseluruhan kumpulan spesies babi.
HOG: Istilah untuk babi dewasa, berat melebihi 50 kg.
BOAR: Babi liar / celeng / babi hutan.
LARD: Lemak babi yang digunakan untuk membuat minyak masak dan sabun.
BACON: Daging hewan yang disalai, termasuk / terutama babi.
HAM: Daging pada bagian paha babi.
SOW: Istilah untuk babi betina dewasa (jarang digunakan)
SOW MILK: susu babi.
PORCINE: Istilah yang digunakan untuk sesuatu yang berkaitan atau berasal dari babi. Porcine sering digunakan di dalam bidang pengobatan/ medis untuk menyatakan sumber yang berasal dari babi.
Di tengah-tengah masyarakat juga dikenal istilah-istilah lain yang merujuk pada babi, misalnya charsiu, cu nyuk, mu, chasu, yakibuta, nibuta, B2, khinzir dan lain-lain.

“Jika menemukan istilah-istilah tersebut di atas, konsumen tak perlu ragu untuk meninggalkan produk tersebut dan menggantinya dengan produk sejenis yang telah bersertifikat halal,” jelas Farid MS juru bicara LPPOM MUI. [rn/Islampos]

sumber : http://kisahislami.com/2015/01/23/kenali-istilah-babi-agar-tidak-teledor-saat-kuliner/

Wednesday, January 14, 2015

Renungan Pemuda Islam

Bicaralah seperluya
Untuk membuat Islam bicara
Berbuatlah semanfaatnya
Yang bermanfaat untuk orang banyak
Kita masih dibawah
Dibawah kasur yang tak nyaman untuk ditiduri
Kita masih didasar
Didasar laut yang gelap dan tak ada hewan hidup didalamnya
Bangkitlah kawan
Mari kita bangkit bersama dari segala kebodohan yang mengakar
Bahkan mengakar sampai ke dalam lubung hati kita
     Kita masih punya harapan
     Dan dari kitalah harapan itu muncul
     Harapan untuk membersihkan rumput liar yang ada dalam hati kita
     Kita masih punya masa depan
     Dan dari kita pula masa depan itu bisa tergambar
     Tergambar dari segala perilaku yang kita lakukan sekarang
     Lakukanlah yang terbaik
     Lakukan apa yang kita bisa lakukan untu agama ini
     Dengan pengetahuan,Dengan Teknologi,dan Dengan akhlak mulia
     Kita bisa mengangkat seluruh harga diri kita dihadapan dunia
     Dunia yang pernah meremehkan pengetahuan kita
     Dunia yang pernah mentertawakan tempat tidur kita
     Dan dunia yang pernah meludahi catatan kebaikan malaikat kita
Kini saatnya kita tinggalkan tempat tidur kita
Kita tinggalkan nikmat malas yang sempat jadi sahabat kita
Kita tinggalkan nikmat enggan yang sempat menjadi selimut kita
Mari ambil pena kita
Dan catat semua pemikiran pemikiran kita yang berati untuk perkembangan agama ini
Mari selendangkan tas lusuh kita
Dan simpan persatuan kita dibagian yang terdalam