Wednesday, October 29, 2014

Apa Arti 'Sumpah Pemuda' Bagi Pemuda 'Android' ?

        

         Kemarin tanggal 28 Oktober 2014 semua rakyat Indonesia memperingati hari Sumpah Pemuda,tak terkecuali pemuda-pemuda Indonesia yang kini lebih mementingkan gadget androidnya ketimbang dengan sejarah bangsanya.Perlu diketahui bahwa Sumpah Pemuda adalah cikal bakal dari terciptanya persatuan rakyat Indonesia yang semula kesemuanya mementingkan egonya masing-masing sehingga sangat mudah "diadu domba" oleh penjajah Belanda.
          Pertanyaannya adalah 'Apakah arti dari 'Sumpah Pemuda' bagi pemuda Indonesia zaman sekarang?'.Kebanyakan dari mereka sama sekali belum memahami arti sebenarnya dari peringatan hari Sumpah Pemuda itu sendiri.Karena kebanyakan dari mereka menganggap Sumpah Pemuda hanyalah sebuah sejarah yang menjadi pelengkap buku 'IPS' mereka saja,sehingga dari tahun ke tahun seperti tidak ada perubahan perilaku dan pol pikir dari para 'pemuda android' yang notabennya selalu mengikuti upacara peringatan hari Sumpah Pemuda.
          Oleh karena itu mulailah dari sekarang kita memahami arti dari sebuah peringatan Hari Sumpah Pemuda yang setiap tahun kita ikuti :

1. Motivasi Pemuda agar Mau Berbuat Untuk Kemajuan Bangsa
         Arti dari sebuah peringatan Sumpah Pemuda yang pertama adalah untuk menyadarkan rakyat Indonesia khususnya para pemuda bahwa orang-orang yang ingin menyatukan bangsa Indonesia adalah para pemuda,sehingga dari situ kita bisa termotivasi bahwa sebenarnya para pemuda sangat berperan dalam perkembangan dan kemajuan bangsa ini.Sehingga kedepannya generasi pemuda yang akan datang termasuk kita,mau berbuat dan berkorban untuk perkembangan dan kemajuan bangsanya,yang tentu saja kita bisa awali dari prestasi dan pemikiran kita.

2. Pemersatu Rakyat Indonesia
         Yang kedua adalah untuk memberikan rasa persatuan yang lebih kepada kita sebagai rakyat Indonesia,jangan sampai persatuan yang dahulu telah di perjuangan mati-matian tapi kini dilupakan.Oleh karena itu peringatan ini perlu dilakukan setiap tahun,agar kita tidak akan pernah lupa tentang betapa pentingnya arti dari sebuah persatuan.

3. Memperkenalkan dan Melestarikan Kebudayaan Indonesia 
         Yang ketiga adalah untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan keragaman dari seluruh kebudayaan di Indonesia,karena biasanya saat upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda peserta upacara menggunakan pakaian adat dari seluruh Indonesia atau hanya pakain adat dari masing - masing perwakilan pemuda saja saat Sumpah Pemuda dulu (Jong Java,Jong Sumatra,....dll

Wednesday, October 22, 2014

10 Kesalahan Besar Roman Abramovich di Chealsea

    1. Meminjamkan Courtois Dua Musim Lebih kepada Atletico Madrid
Meminjamkan Courtois Dua Musim Lebih

Keputusan meminjamkan Courtois selama dua musim lebih banyak dikatakan merupakan salah satu efek dari kebijakan Abramovich. Courtois dibiarkan pergi selama dua musim lebih untuk bermain bersama Atletico Madrid.

Di sana Courtois malah berhasil meraih banyak gelar. Musim lalu ia bahkan sanggup membantu Los Rojiblancos menjuarai La Liga dan menembus partai final Liga Champions. Sedangkan Chelsea sendiri harus melalui musim tanpa satu gelarpun.

     2. Melepas Sosok Legenda Klup 'Frank Lampard'
Melepas Sosok Legenda Klub
Sudah bukan rahasia lagi kalau ebijakan klub yang satu ini sangat dipengaruhi oleh penilaian sang bos besar. Keputusan untuk tidak memperpanjang kontrak Frank Lampard pun merupakan andil dari Abramovich.
Tidak disangka-sangka efeknya sangat besar dan menyakitkan. Kemenangan Chelsea yang sudah di depan mata harus dibuyarkan oleh sosok legenda yang sudah mereka buang, Frank Lampard. Gol Lampard di menit-menit akhir laga memaksa Chelsea dan Manchester City hanya bisa berbagi 1 poin.

    3. 50 Juta Pounds Untuk El Nino Fernando Torres
50 Juta Pounds Untuk Fernando Torres
Kemungkinan besar akibat kepincut performa Fernando Torres bersama Liverpool, Roman Abramovich tak ragu menggelontorkan 50 juta Pounds untuk menariknya ke Chelsea di bursa transfer musim dingin. Mendapat tawaran yang sangat menggiurkan, Liverpool lantas membiarkan sang bintang pergi ke klub rival.
Torres sendiri justru menjadi flop bersama Chelsea, salah satu aksinya yang paling mengecewakan adalah gagal mencetak gol ke gawang Manchester United yang sudah kosong tanpa penjagaan. Setiap musimnya, El Nino tidak mampu melesakkan lebih dari 8 gol di ajang Premier League.

    4. Menjual Romelu Lukaku
Menjual Romelu Lukaku
Saat kembali ke Chelsea untuk bertugas kedua kalinya, Jose Mourinho jelas kehilangan sosok striker mematikan. Praktis The Special One hanya bisa bertumpu pada sosok Fernando Torres dan Demba Ba saja. Sebenarnya Chelsea masih bisa bertumpu pada sosok striker muda yang diproyeksikan sebagai suksesor Didier Drogba, Romelu Lukaku.
Namun entah mengapa Lukaku malah dipinjamkan dan sampai pada akhirnya dipermanenkan Everton di bursa transfer kemarin. Memang saat ini Chelsea memiliki Diego Costa, namun bayangkan betapa menakutkannya lini serang The Blues andai Abramovich tidak memutuskan untuk melego Lukaku.

    5. Mendatangkan Andres Vilas Boas (AVB)
Andre Villas-Boas
Saat itu Abramovich tengah mengalami kebingungan usai ditinggal Jose Mourinho dan memecat sosok sekaliber Carlo Ancelotti. Sang bos besar lantas mencari sosok yang sedang dibutuhkannya di negara yang memberikannya manajer pertamanya, Portugal. Tibalah Andre Villas-Boas yang dianggap Abramovich memiliki apa yang dibutuhkan untuk menggantikan sosok Carlo Ancelotti.
Pada kenyataannya Chelsea justru tampil jeblok di bawah arahan AVB. AVB sendiri sudah ditendang oleh Abramovich meski belum semusim menangani The Blues.

    6. Tidak Percaya pada Roberto Di Mateo
Tidak Percaya Pada Roberto Di Mateo
Meski pengabdiannya hanya sekejap mata, fans Chelsea tidak akan pernah bisa melupakan jasa besar Roberto Di Mateo. Bagaimana tidak, ditunjuk untuk menggantikan AVB, Di Mateo justru sukses menghadiahkan trofi Liga Champions pertama di sepanjang sejarah Chelsea.
Kenyataannya, karena mantan asisten AVB itu tidak memiliki nama besar di kancah manajerial, Abramovich lantas memecatnya. Hasil yang didapat Di Mateo juga sebenarnya tidak terlalu buruk di musim saat dirinya dipecat.

    7. Mengganti Di Mateo dengan Rafel Benitez
Mengganti Di Mateo Dengan Rafa Benitez
Pemecatan Di Mateo yang banyak dikritisi fans Chelsea ternyata masih belum cukup bagi Abramovich untuk menghadirkan hal tidak menyenangkan bagi fans. Sang bos besar memilih Rafael Benitez, sosok yang sangat dibenci fans Chelsea untuk menggantikan Di Mateo, sang pahlawan Liga Champions.
Meski pada kenyataannya Benitez sanggup menghadiahkan trofi Europa League, Abramovich sukses menghadirkan atmosfer yang sangat buruk dalam hubungan fans dan klub.

    8. Memecat Carlo Ancelloti
Memecat Carlo Ancelotti
Kemampuan seorang Carlo Ancelotti jelas tidak perlu diragukan lagi. Berbagai trofi domestik dan Eropa sudah banyak dimenanginya. Apalagi di musim perdananya bersama Chelsea, Don Carletto sukses meraih double. Namun ternyata hal itu tidak cukup memuaskan bagi sang bos besar, Roman Abramovich. Akibat beberapa hasil buruk di musim keduanya dan gagal mempertahankan gelar Premier League, Ancelotti dipecat oleh sang bos.

    9. Memecat 'The Special One' Jose Mourinho
Memecat Jose Mourinho
Diluar fakta bahwa Jose Mourinho telah kembali lagi ke Chelsea, para fans sampai saat ini masih dibuat tidak percaya dengan keputusan Abramovich memecat The Special One. Bukan hanya karena Mourinho merupakan sosok manajer jenius, ia juga telah mempersembahkan 2 trofi EPL secara beruntun, 1 FA Cup, dan 1 Piala Liga bagi Chelsea.
Dipercaya hubungan Mourinho dan Abramovich memburuk akibat sang bos besar terlalu ikut campur dalam urusan manajerial sehingga hubungan keduanya memburuk, sebelum akhirnya Mourinho ditendang.

    10. Tidak Sabaran,Tidak Percaya
Tidak Sabaran, Tidak Percaya
Abramovich sangat dikenal dengan kegemarannya memecat pelatih. Bahkan seorang pelatih yang sebenarnya layak untuk dipertahankan tidak akan luput dari penggalan sang bos besar andai melakukan hal yang melenceng menurut pandangannya. Akibat dari salah satu 'hobi' Abramovich, Chelsea memiliki satu kekurangan, yakni tidak adanya stabilitas dalam tim. Andai saja Chelsea memiliki stabilitas yang tinggi, bukan tidak mungkin saat ini sudah ada lebih dari 2 trofi Liga Champions di lemari trofi Chelsea.


TAPI SEKARANG :

Monday, October 20, 2014

Berawal Di Monas

type art : Puisi
Ketika bulan tersenyum
Mereka semua bersemut di monas
Entah apa yang mereka harapkan
Hingga mereka mau berinjak injakan kaki
Mungkin karena ada manusia setengah dewa baru disana
Ya,manusia yang baru saja berjanji untuk kemajuan bangsa ini
            Entah ia anggap apa negeri dongeng ini
            Entah sebagai apa ia di negeri garuda ini
            Jika ia sebagai dalang
            Maka ia bisa merubah cerita tanpa merubah wayang
            Jika ia sebagai wayang
            Maka ia akan diatur dalang yang tak jelas arah nafasnya
Ia boleh minum secangkir kopi manis malam ini
Tapi suatu saat nanti
Ia harus pastikan tidak akan ada lagi orang yang meminta gula padanya
Ia boleh bermimpi indah malam ini
Tapi suatu hari nanti
Ia harus izinkan seluruh serdadu pena untuk rasakan kesuksesan
           Dalam gempita malam
           Ia awali kerjanya dengan menyisihkan lengan baju di monas
           Dalam semut rakyatnya
           Ia awali mimpinya dengan melihat gigi seluruh rakyatnya
           Agar  ia tak pernah lupa dengan bentuk gigi itu
           Walau ia tak tau
           Apakah ia bisa melihat gigi itu selama lima tahun ini